Kepergok Curi Besi Rel Kereta Api, Edo Diborgol Polisi


Arie Perdana Putra 2018-09-12 20:30:00 Prabumulih 43 kali

Tersangka dan barang bukti saat diamankan

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Edo Ernando (27) satu dari empat pelaku pencuri besi berhasil diamankan petugas Kepolisian Sektor Prabumulih Timur. Edo kepergok petugas saat tengah menggergaji besi di jalur perlintasan rel kereta api (KA) di Kecamatan Prabumulih Barat, Kelurahan Prabumulih, Senin (10/9/2018) petang kemarin sekitar pukul 18.00 Wib

Edo yang merupakan warga Jalan Sepatu RT 01 RW01 Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur ini langsung digiring petugas ke kantor polisi, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua batang besi rel milik PT KAI masing-masing sepanjang 4 dan 2 meter beserta beberapa alat yang digunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya. 

Sementara itu polisi masih memburu tiga pelaku lagi yang berhasil melarikan diri saat penggerbekan tersebut berlangsung. "Identitas tiga pelaku telah kita ketahui dan masih kita buru, ketiganya yaitu inisial TG, DE dan LM," kata Kapolsek Prabumulih Timur AKP Mursal didampingi Kanit Reskrim Ipda Hendra, Rabu (12/9/2018).

Ia menjelaskan para pelaku tertangkap tangan oleh petugas yang ketika sedang patroli rutin disekitar lokasi. "Mereka kepergok petugas sedang memotong besi rel kereta api, namun sayang hanya satu orang yang berhasil diamankan," katanya. 

Ia juga menambahkan, besi rel itu sengaja disimpan pihak PT KAI dengan cara dikubur dalam tanah dan juga lokasi penyimpanannya dekat dengan Pos PJT Kebun Duren. Namun, diduga para pelaku sudah mengetahui letak penyimpanan besi asset negara itu sehingga mereka nekat mencurinya.

“Pelaku dapat kita kenakan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara, sementara pelaku masih menjalani proses penyidikan untuk pengembangannya. Sedangkan, pelaku lainnya masih kita kejar,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Edo mengakui segala perbuatannya tersebut. Menurut Edo, dirinya nekat mencuri besi rel tersebut lantaran tak mengetahui jika dilakukannya tersebut adalah perbuatan melanggar hukum akibat ajakan tiga rekannya tersebut.

“Aku dak tau tadinyo pak, aku cuma diajak kawan yang laen. Kato mereka besi itu sudah minta dengan pegawai PJKA taunyo maling,” sebutnya. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close