50 Anggota Parlemen Inggris Bicarakan Pelengseran PM May


Lia Cikita 2018-09-12 16:40:20 Internasional 52 kali

Perdana Menteri Inggris, Theresa May. (Foto: istimewa)

London, Kabar28.com, – Sebuah kelompok beranggotakan sekira 50 anggota parlemen dalam pemerintahan Inggris yang menentang usulan Theresa May untuk negosiasi post-Brexit dengan Uni Eropa dilaporkan telah melakukan pertemuan dan membahas mengenai bagaimana mereka bisa melengserkan sang perdana menteri.

BBC mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa para anggota parlemen yang tergabung dalam European Research Group (ERG), kelompok anti Uni Eropa dalam Partai Konservatif bertemu pada Selasa malam dan melakukan diskusi terbuka mengenai masa depan May sebagai pimpinan partai itu dan sebagai perdana menteri Inggris. Beberapa di antaranya bahkan mengatakan bahwa mereka telah menyerahkan surat ketidakpercayaan kepada May.

Berdasarkan aturan dalam Partai Konservatif, pemilihan pimpinan partai akan dilakukan jika 15 persen dari anggota parlemen konservatif, yang saat ini berarti 48 dari 315 anggota parlemen Inggris menyampaikan suara ketidakpercayaan.

Reuters, Rabu (12/9/2018) mewartakan, ERG telah mengecam rencana May yang menginginkan Inggris tetap berada dalam zona perdagangan bebas untuk barang dengan Uni Eropa setelah meninggalkan blok ekonomi itu pada Maret tahun depan. Namun, ERG sendiri telah menghadapi kritik karena gagal menyarankan alternatif yang rinci.

Para anggota yang euroskeptis mengeluh bahwa menerima perdagangan bebas barang dengan Uni Eropa berarti Inggris harus mengikuti peraturan Uni Eropa bahkan setelah meninggalkan blok ekonomi tersebut. Juru bicara May mengatakan, usulan yang disebut dengan Chequers proposal tersebut merupakan satu-satunya rencana serius, kredibel dan bisa dinegosiasikan yang tersedia saat ini.

Perpecahan di Partai Konservatif mengenai Chequers proposal itu semakin parah pekan ini setelah mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson dalam kabinet May mengatakan bahwa rencana sang perdana menteri sama saja dengan memasangkan jaket bom bunuh diri pada undang-undang Inggris.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close