2 Anak Dasirin Mengidap Cerebral Palsy


Arie Perdana Putra 2018-09-02 15:39:32 Nasional 59 kali

Salah satu anak Dasirin

PEKALONGAN, Kabar28.com,- Dasirin (46) bersama istri dan dua anaknya kini telah dievakuasi dari kandang kerbau. Saat evakuasi, Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pekalongan, Purwo mengatakan bahwa kedua putri Dasirin mengidap cerebral palsy ringan.

"Kedua-duanya terkena cp (cerebral palsy) ringan. Ada harapan untuk bisa jalan dan nanti bisa kita bantu untuk bisa terapi secara rutin," kata Purwo, Minggu (2/9/2018).

Purwo mengungkapkan kondisi dua anak Dasirin, Vivi Ratnasari (11) dan Wiwit Setiyaningsih (16) tak parah. Menurutnya perlu terapi dan latihan agar kondisinya bisa lebih baik.

"Jika latihan rutin dan terus terapi, bisa jalan. Posisi duduknya saat dikandang kerbau juga membuat kaki kaku karena menekuk terus," imbuhnya.

Purwo melanjutkan, dengan tinggal di dekat Pustu, diharapkan dua anak Dasirin bisa dipantau kesehatannya dengan lebih mudah.

 
"Di sini akan kita lakukan terus terapi untuk jalan. Di sini ada lahan datar yang banyak bisa lakukan terapi jalan sedikit demi sedikit," tutur Purwo.

Menurutnya, kurangnya pergaulan juga membuat dua anak Dasirin ini merasa sendiri. Apalagi kerap ditinggal ayah dan ibunya dari pagi hingga sore untuk mencari makan turun ke perkampungan.

"Mempengaruhi. Tertekan dalam ketakutan di atas bukit tanpa teman dan makanan yang layak," ujarnya.

Dengan digendong ayahnya dan seorang pekerja sosial, Wiwit dan Vivi pindah dari kandang kerbau di atas bukit ke sebuah rumah di area Puskesmas Pembantu (Pustu) Sengare. Wajah keduanya tampak berseri saat dipindahkan ke rumah tersebut.
 
Harapan mereka untuk bermain dengan teman-teman seusianya di desa setempat terkabul.

"Senang sekali ada kasurnya dan tembok (dinding permanen)," kata Wiwit.

"Di sini tidak bau lagi. Tidak ada monyet atau babi lagi," imbuhnya.

Kedua anak Dasirin tak henti tersenyum pada warga dan petugas sosial yang mengevakuasi keluarga mereka.
 
Istri Dasirin, Tarkonah (36) bercerita sebelumnya dua anaknya ini terpaksa harus sendirian di kandang kerbau saat dia dan suaminya bekerja dan mencari makanan.

Kandang kerbaunya kerap didatangi tamu tak diundang berupa binatang liar, seperti babi hutan, kera maupun ular.

"Kalau dis ana menyimpan sisa makanan harus tersembunyi dan rapat. Kalau tidak dicuri monyet atau di rusak babi," ujar Tarkonah.
 
Sumber: detikcom
Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close