Jika Mundur, Duterte Ingin Filipina Dipimpin oleh Diktator


Arie Perdana Putra 2018-08-31 16:44:50 Internasional 49 kali

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: istimewa)

Manila, Kabar28.com,- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, masalah korupsi dan perdagangan obat-obatan terlarang yang telah mengakar di Filipina membuat negara itu lebih baik diperintah oleh seorang diktator jika nantinya dia sudah tidak lagi menjabat.

Dalam sebuah pidato pada Kamis, 30 Agustus, Duterte kembali mengungkapkan keinginannya untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada 2022. Namun, Duterte enggan menyerahkan jabatan itu kepada Leni Robredo, wakil presiden yang dipilih secara terpisah dan bukan pasangan yang maju bersamanya dalam pemilihan umum.

Robredo adalah pengkritik kebijakan perang melawan narkoba Duterte dan telah bersuara mengenai ketidaksetujuannya terhadap pemerintahan otoritarian.

"Anda lebih baik memilih orang-orang seperti Marcos, itulah yang saya sarankan. Dengan suksesi secara konstitusional, itu Robredo. Tapi dia tidak bisa meretasnya," katanya.

Banyak yang menganggap kekaguman Duterte terhadap Marcos kontroversial. Pasalnya diktator Filipina itu banyak melakukan kekejaman selama masa pemerintahannya hingga digulingkan pada 1986.

Ribuan orang ditangkap, dibunuh, disiksa dan hilang di bawah pemerintahan militer Marcos tahun 1970-an.

Duterte sendiri telah sering berbicara mengenai rencananya untuk pensiun karena kekesalannya akan korupsi dan narkotika yang begitu marak di Filipina. Beberapa isu menyebutkan bahwa kesehatannya memburuk, namun “berita palsu” itu segera dibantah oleh Duterte.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close