Asian Games Usai, Satgas Karhutbunla Tetap Jalan


Arie Perdana Putra 2018-08-30 18:04:33 Ogan Komering Ilir 69 kali

Bupati OKI bersama Kapolda Sumsel beberapa waktu lalu

KAYU AGUNG, Kabar28.com,- Sejak ditetapkan status siaga merah terkait dengan pelaksanaan Asian Games 2018, terhitung mulai 20 Juli-9 September, pencegahan kebakaran hutan di Sumatera Selatan dianggap berhasil.

Tercatat terjadi 63 kali kebakaran hutan dan lahan dengan luas 1.476,5 Ha. Meski demikian, berkat kesigapan petugas di lapangan yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, RPK Perusahaan dan manggala agni Fire Spot (FS) mampu dipadamkan dengan sistem keroyokan.

“Apresiasi dan penghargaan kami kepada satgas Dalkarhutbunla yang telah melaksanakan tugas dengan baik sepanjang penetapan status siaga darurat bencana asapsehingga kita menepati komitmen untuk tidak mengirim asap ke Palembang,” kata Sekretaris Daerah OKI, H. Husin pada Rapat Evaluasi dan Rencana Aksi Penanganan Karhutbunlah di Kayuagung, Kamis, (30/8/2018).

Dandim 0402 OKI, Letkol. Inf. Seprianizar mengatakan, sekarang boleh menepuk dada namun setelah Asian Games masa emergency akan habis, pasukan juga akan ditarik dengan demikian kerja akan lebih berat.

"Untuk itu fokus ke depan yaitu memantapkan strategi, melalui sinkronasi serta menguatkan sumberdaya di OKI," ujarnya.

Perlu Blue Print Penanganan Bencana Asap

Sebagai daerah yang rawan bencana Kabupaten OKI perlu memiliki blue print kongkret, baik untuk pencegahan maupun penanggulangan Karhutla serta kabut asap.

“Selama ini memang upayanya sudah optimal tapi belum terstruktur. Harus ada blue print penanggulangan bencana asap mengingat Kabupaten OKI sangat rentan Bencana Asap," kata Kapolres OKI, AKBP. Ade Harianto.

Melalui blue print ini tambah Kapolres akan memudahkan setiap pemangku kebijakan untuk melakukan tindakan dan berbuat apa.

Peran Polri dalam pencegahan pengendalian kebakaran hutan dan lahan menurut Kapolres tidak hanya dalam penegakan hukum bahkan turut memadamkan api.

“Polisi dilatih untuk mengejar maling, menjaga kamtimbas namun untuk kebakaran lahan ini lain lagi, polisi juga turut turun ke gambut memadamkan api. Ini sudah jadi tugas kita semua," ungkapnya.

Keikutsertaan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah Karhutbunlah menurut Kapolres amat penting untuk itu himbauan dan Razia humanis dilakukan pihak polres agar masyarakat berperan aktif.

“Kita kasih himbauan, lakukan patroli rutin dan Razia humanis. Warga yang berangkat ke kebun, ke ladang kita cek bawa korek api atau tidak, pastikan mereka tidak membakar lahan," katanya. (humas oki)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close