Pemimpin Tertinggi Iran: Kami Siap Tinggalkan Kesepakatan Nuklir


Lia Cikita 2018-08-29 20:51:32 Internasional 46 kali

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (Foto : istimewa)

Teheran, Kabar28.com,  - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali menegaskan kesiapan negaranya untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar dunia.

Ditambahkannya, Teheran tidak akan ragu memutuskan hal tersebut apabila kesepakatan itu tidak lagi sesuai dengan kepentingannya, bahkan saat pemerintah mendapat tekanan ekonomi dan politik.

"Tentu saja. Jika kesimpulan yang dicapai adalah bahwa kesepakatan (nuklir) tidak lagi mempertahankan kepentingan nasional kami, maka kami akan mengesampingkannya," kata Khamenei dalam pertemuan dengan kabinet.

Dirilis situs resmi Khamenei, Iran tidak boleh menyematkan harapan kepada Eropa, meskipun negara-negara itu telah berupaya mempertahankan kesepakatan nuklir tersebut usai ditinggalkan oleh AS.

Pemerintahan Iran belum lama ini kembali terpukul dengan diberlakukannya sanksi AS yang memicu perginya perusahaan-perusahaan asing dan menurunnya harapan menarik investasi berskala besar.

Presiden Hassan Rouhani juga masih harus menghadapi tekanan dari lawan-lawan politiknya, dengan parlemen mengumumkan bahwa dua lagi pejabat menteri dalam pemerintahannya bisa diberhentikan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, menteri tenaga kerja dan ekonomi telah dipecat oleh parlemen pada bulan ini.

Mosi tidak percaya juga telah diterima untuk pemungutan suara menyangsikan menteri industri dan pendidikan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Khamenei menegaskan situasi kekacauan politik yang tengah terjadi sebagai tanda kekuatan demokrasi Iran.

"Pertanyaan keras terhadap Rouhani dalam parlemen pada Selasa lalu menjadi pertunjukan yang gemilang tentang kekuatan republik Islam dan kepercayaan diri para pejabat," ungkap Khamenei dilansir AFP.

Dia menambahkan, perbedaan di antara pejabat merupakan hal yang wajar, namun tetap harus dilakukan di luar jangkauan media demi mencegah kekhawatiran rakyat.

Pemecatan menteri kabinet Rouhani pada Selasa lalu menjadi yang pertama dalam lima tahun masa kepemimpinan presiden.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close