AS Potong Dana untuk Gaza agar Palestina Akhiri Klaim atas Yerusalem


Lia Cikita 2018-08-27 19:40:07 Internasional 43 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Ramallah, Kabar28.com,  - Palestina menuduh Amerika Serikat memangkas dana bantuan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza agar Ramallah mengakhiri klaim negaranya atas Kota Yerusalem.

Pada Jumat (24/8/2018) lalu, pemerintah AS telah mengumumkan akan memangkas bantuan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun).

Tindakan tersebut, diyakini Ramallah sebagai upaya memberikan tekanan politik kepada otoritas Palestina agar menyerah pada tuntutan Israel dan Washington.

Melansir dari The New Arab, juru bicara presiden Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdeneh mengatakan tekanan finansial tersebut bermotif politik dan bahwa AS sepenuhnya sadar tidak akan ada perdamaian jika Yerusalem Timur tidak menjadi ibu kota masa depan Palestina.

Telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pemotongan dana bantuan ke Jalur Gaza dikarenakan wilayah tersebut saat ini berada di bawah kontrol Hamas.

Washington juga menuduh dana bantuan yang diberikan digunakan oleh otoritas Palestina untuk membayar tunjangan kepada keluarga yang anggotanya telah tewas, terluka atau ditahan Israel.

Tindakan tersebut dianggap pemerintah AS telah mendorong tindakan terorisme oleh warga Gaza, sehingga menuntut agar presiden Abbas menghapuskan tunjangan tersebut.

Sejumlah pejabat AS turut mengkritik pemotongan dana untuk Gaza tersebut dan menyebutnya kontra-produktif.

Mantan direktur USAID untuk wilayah Palestina, Dave Harden, menyebut AS sedang memberikan jarak kepada Hamas di Gaza.

"Tidak ada seorang profesional keamanan pun yang merekomendasikan pemotongan bantuan di Gaza. Tidak seorang pun," kata Dave.

Sebelumnya, kecaman juga datang dari anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, yang menyebut langkah AS sama dengan  tindakan pemerasan kepada Palestina.

U"Pemerintah AS sedang menunjukkan penggunaan pemerasan murahan sebagai alat politik," kata Ashrawi dilansir AFP.

Sumber : kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close