HRW: ISIS Culik dan Sandera 27 Orang di Suriah Selatan


Arie Perdana Putra 2018-08-26 11:57:02 Internasional 55 kali

Ilustrasi penyanderaan

Damaskus, Kabar28.com,- 27 orang dilaporkan diculik dan ditahan oleh ISIS di Suriah Selatan.

Demikian disampaikan Organisasi pengawas hak asasi manusia, Human Rigth Watch (HRW), Sabtu (25/8/2018).

HRW menyesalkan aksi penculikan dan penyanderaan yang dilakukan kelompok teroris tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kejahatan perang.

Aksi penculikan diduga dilakukan ISIS selama serangan besar-besaran yang dilakukan terhadap komunitas Druze di Sweida, Suriah Selatan, pada 25 Juli lalu, 250 orang dilaporkan tewas.

Orang-orang yang diculik ISIS sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

HRW meyakini, mereka ditahan oleh ISIS untuk kemudian digunakan sebagai alat negosiasi dengan pemerintah Suriah dan Rusia.

"Tindakan penyanderaan ini adalah sebuah kejahatan perang. Nyawa warga sipil tidak seharusnya dijadikan alat tawar menawar," kata Wakil Direktur HRW untuk Timur Tengah, Lama Fakih.

Lebih dari 30 orang telah dibawa paksa oleh ISIS saat serangan pada Juli lalu. 
Dua diantaranya diketahui kemudian telah meninggal, yakni seorang remaja laki-laki berusia 19 tahun yang dipenggal dan seorang perempuan berusia 65 tahun yang meninggal karena sakit.

Sementara dua sandera wanita disebut telah berhasil melarikan diri dan kembali ke rumah mereka.

Penduduk desa kemudian memberikan daftar nama 27 orang yang masih dalam penahanan ISIS.

Provinsi Sweida adalah jantung dari kelompok minoritas Druze Suriah, pengikut Islam Syiah yang dipandang rendah oleh kaum ekstrimis Sunni ISIS.

Para sandera diduga akan digunakan untuk negosiasi pembebasan anggota ISIS yang kini ditahan pemerintah Suriah di Provinsi Daraa. Demikian dikatakan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

ISIS telah kehilangan banyak wilayah dan anggotanya setelah mendapat perlawanan dari pasukan pemerintah yang didukung Rusia.

Namun mereka membuktikan masih mampu melancarkan serangan mematikan seperti yang dilakukan di Sweida.

Sumber:kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close