2 Mantan Napiter Ucapkan Ikrar Setia ke NKRI


Arie Perdana Putra 2018-08-17 21:06:04 Ogan Komering Ilir 59 kali

Mantan Napiter saat mengucapkan sumpah setia kepada NKRI

KAYU AGUNG, Kabar28.com,- Dua orang mantan kombatan dan nara pidana (napi) terorisme ucapkan ikrar setia kepada Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dua orang napi tersebut ialah Herly Isfranko alias Hamzah alias Frans, dan Edi Santoso alias Sukri alias Mas Lampung. Pengucapan sumpah itu dilakukan di hadapan Bupati OKI, H. Iskandar bersama undangan lainnya, pada peringatan HUT ke 73 Republik Indonesia di Lapas Kelas III, Kayu Agung, OKI, Jumat (17/8/2018).

Dengan suara bergetar lantang, Edi Santoso bekas anggota jaringan Santoso di Poso Sulawesi Selatan membacakan ikrar yang berbunyi :

Kami cinta Indonesia

Kami cinta perdamaian

Hidup Indonesia !!

"Dahulu kami tak percaya pemerintah dan tak cinta NKRI. Akan tetapi sekarang kami ingin membangun negara ini bersama-sama," ucap pria yang malang melintang di Poso ini seusai membacakan ikrar.

Kepala Lapas Kelas III A Kayu Agung, Hamdi Hasibuan mengatakan, sejak menerima nara pidana teroris (napiter) pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif agar keduanya dapat terbuka menerima segala kegiatan pembinaan yang digelar di lapas, seperti pembinaan kerohanian membaca Al-Qur'an dan salat serta kegiatan lainnya.

“Sepertinya sudah ada perubahan sikap napiter yang awalnya tidak mau mengikuti salat Jum'at berjamaah di masjid sekarang sudah mau. Alhamdulillah selama ini tidak pernah terjadi bentrok antara napi dengan petugas maupun napi dengan napi lainnya," jelasnya.

Dia berharap, agar ada perubahan besar saat napiter keluar dari lapas sehingga dapat diterima keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, Napiter atas nama Herli divonis enam tahun. Sedangkan Edi divonis delapan tahun penjara.

“Untuk narapidana lain penjagaanya sesuai dengan aturan yang berlaku," ucapnya.

Pada HUT RI tahun ini, lanjut Hamdi, ada 409 narapidana yang mendapat remisi. "Dari jumlah tersebut 15 napi mendapat remisi bebas, dan 387 napi lainnya mendapat remisi bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan," pungkasnya.

Sementara itu Bupati OKI, H Iskandar mengungkapkan, hari kemerdekaan merupakan momentum hakiki bagi para Napi untuk menjadi manusia yang merdeka, meskipun tidak bisa bebas seperti masyarakat diluar.

"Banyak pembinaan yang didapatkan napi agar membuat mereka lebih baik lagi. Saya berpesan kepada semua napi, untuk memanfaatkan waktu sebaiknya selama dalam masa pembinaan. Banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dengan membuat keterampilan," tuturnya. (humas OKI)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close