Ditangkap, Warga Malaysia Keluarkan Sabu dan Happy Five dari Dalam Perut


Arie Perdana Putra 2018-08-14 00:00:07 Palembang 40 kali

Kaporesta Palembang saat press realease

PALEMBANG, Kabar28.com,- Upaya penyelidikan Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang satu bulan terakhir akhirnya membuahkan hasil.

Mohammad Riduan (31) warga Blok 10 No 01 Jalan Sinaran 2 Taman Sinaran Kempas  81200 Johor Bahru, Johor, Malaysua akhirnya dipaksa anggota untuk mengeluarkan 7 kantong karet berisi narkotika, yang sengaja disimpan dalam perutnya dengan tujuan mengecoh petugas ketika menumpang jalur udara. 

Kapolresta Palembang, KBP Wahyu BHB mengatakan, penyelidikan dilakukan sudah beberapa bulan terakhir. Ini bukti dari kerja keras Sat Res Narkoba pada Jumat (10/8/2018) lalu, dimana saat tersangka melintas di Jalan Sudirman terlihat aneh. Saat dilakukan pengeledahan, yang bersangkutan bertingkah aneh.

"Ketika dilakukan interogasi mendalam, akhirnya mengungkap kalau dalam perutnya tersimpan 7 kantong narkotika karet berisi shabu seberat 20-50 gram. Selain itu, ada juga terdapat pil happy five di dalamnya," katanya saat press release di Posko Pengamanan Asean Games Lippo, Jakabaring, Senin (13/8/2018). 

Hari itu juga, lanjutnya, petugas memaksa pelaku untuk mengeluarkn narkotika di dalam perutnya. Pihaknya melakukan proses pengeluaran narkotika itu di RS Bhayangkara.

"Ternyata benar, apa yang diungkapkan pelaku saat diinterogasi sebelumnya. Selain barang bukti narkotika tersebut, kita juga sita dua unit handhone, Paspor, ID Card Warga Negara Malaysia dan kartu ATM. Kini kita masih terus lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Dikatakan Wahyu, modus yang digunakan pelaku ini termasuk swalow, dimana pelaku menyembunyikan narkotika di dalam tubuhnya. 

"Modus operandi, pelaku membawa narkotika dari Johor menaiki kapal laut. Sampai di Batam, pelaku beralih jalur udara dengan menaiki pesawat menuju Palembang. Terhitung seharian, pelaku ini menyimpan narkotika dalam perutnya. Menurut pengakuannya, dia membawa ini atas suruhan seseorang dan diupah Rp60 juta, itu sudah dua kali dilakukan," bebernya.

Sementara tersangka saat diwawancarai mengaku tib di Palembang Jumat (10/8/2018) lalu. "Cuma antar je," ungkapnya dengan logat khas Malaysia. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close