Setahun Sembunyi, Begal Sadis Ini Ditangkap di Tangerang


Arie Perdana Putra 2018-08-13 23:57:38 Palembang 34 kali

Kapolsekta SU II

PALEMBANG, Kabar28.com,- Persembunyian Angga Septian (25), usai membegal sepasang kekasih, Afrizal dan Yesi Anggeraini di Jalan KH Azhari depan Mushollah Darulsada, Kelurahan 13 Ulu, Seberang Ulu II pada Jum'at (1/9/2017) silam akhirnya terhendus petugas Polsekta Seberang Ulu II, Palembang. 

Dengan sigap, jajaran ini bertolak menuju persembunyian tersangka di Tangerang, Banten. Tak banyak waktu terbuang, petugas yang diback-up Polsek Negalasari Tangerang menciduk tersangka di tempat kerjanya.  

"Saat beraksi, mereka berempat. Tiga rekannya lebih dulu tertangkap, kali ini tersangka utamannya sekaligus eksekutor. Dia (tersangka_red) yang menembak korban di bagian kepala, hingga meninggal di lokasi kejadian. Mereka berhasil membawa kabur sepeda motor korban BG 4165 ABG warna hitam putih Tahun 2016," kata Kapolsekta Seberang Ulu II Kompol Okto Iwan Setiawan kepada awak media, Senin (13/8/2018). 

Selama satu tahun pelariannya, warga Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI) ini menjual empek-empek di Kota Tangerang. 

"Dipikirnya tidak mungkin tertangkap karena tidak ada yang mengenali, namun ternyata dia salah. Dari sana, kita boyong ke Palembang untuk menjalani pemeriksaan terkait pembegalan ini. Mereka ini termasuk begal sadis yang tidak segan-segan menghilangkan nyawa korbannya," tukasnya.

Ketika menjalankan aksi sadisnya ini, mereka menggunakan modus membuntuti korban dari arah belakang. Dengan berbagi tugas, mereka menyetop dan menembak korban di bagian kepala. 

"Motor korban sudah dijual mereka dan kini kami masih terus lengkapi berkasnya. Tersangka kita jerat pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman di atas 7 tahun," tutup Okto.

Sementara, tersangka saat diwawancarai mengaku dua kali meletuskan tembakan ke arah korban.

"Tadinya niatan saya menjual senpi rakitan itu, tapi ternyata yang mau beli mengurungkan niat. Lalu, malamnya Yanto minta dicarikan sepeda motor untuk anaknya. Tanpa pikir panjang, saya lancarkan aksi," ungkapnya.

Disinggung pendapatan hasil menjual sepeda motor, tersangka menambahkan, dirinya mendapat uang sebesar Rp2,5 juta. 

"Pertama dibayar Rp2 juta lalu disusul Rp500 ribu lagi. Karena ada tiga teman, saya bagi semua. Bersih saya terima Rp1 juta," ujarnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close