436 Orang Meninggal Akibat Gempa di NTB


Mutiara Safitri 2018-08-13 12:59:12 Nasional 27 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Sebanyak 436 orang meninggal dunia akibat gempa 7 skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) minggu lalu. Paling banyak korban tewas berada di wilayah Lombok Utara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, merincikan, di Lombok Utara ada 374 korban tewas, Lombok Barat 37 orang, Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Lombok 2 orang.

“Jumlah 436 orang meninggal dunia tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh kepala desa dan babinsa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian di Dinas Dukcapil tercatat 259 orang. Sisanya dalam proses administrasi di Dinas Dukcapil masing-masing kabupaten,” papar Sutopo 

Dari jumlah korban tewas itu, Sutopo menambahkan, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.

Ia menjelaskan, korban luka-luka tercatat 1.353 orang, di mana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang.

“Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa 7 SR,” ucapnya.

Sementara itu, Sutopo mengatakan jumlah pengungsi sering berubah. Hal ini disebabkan banyak pengungsi pada siang hari kembali ke rumahnya atau bekerja di kebunnya.

“Pada malam mereka kembali ke pengungsian. Adanya juga pengungsi yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok pada 13/8/2018, pengungsi tercatat 352.793 orang. Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Evakuasi korban yang tertimbun bangungan runtuh dan longsor, kata dia, masih dilakukan Tim SAR gabungan. Distribusi bantuan logistik ke pengungsi juga terus dilanjutkan ke seluruh pelosok daerah yang terdampak gempa.

“Bantuan air bersih dilakukan dengan tanki air. Bak-bak penampungan air dan hidran umum di pengungsian terus ditambah,” ujarnya.

Sutopo mengatakan, kebutuhan mendesak hingga saat ini yang dibutuhkan adalah tenda, selimut, makanan siap saji, terpal alas tidur, MCK, air bersih, perbaikan jaringan komunikasi, penerangan atau listrik, kendaraan untuk distribusi logistik, dan kebutuhan dasar sehari-hari.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close