Ditjen Kemendikbud RI Bakal Dirikan Pusat Studi Sriwijaya


Arie Perdana Putra 2018-08-07 13:21:57 Palembang 33 kali

Seminar kesejarahan Sriwijaya dan poros maritim dunia

PALEMBANG, Kabar28.com,- Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI), tengah berupaya agar Indonesia kembali menjadi poros maritim dunia seperti masa silam.

Salah satu upaya untuk mewujudkannya, ialah mendirikan pusat studi Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan.

Apalagi, Sriwijaya pernah menjadi kerajaan maritim terbesar dan jaya, terutama pada abad ke- 7-13 Masehi.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid mengatakan, kehadiran Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) membuat pelabuhan-pelabuhan dikuasai bangsa asing.

"VOC menguasai wilayah maritim, sedangkan penduduk asli Sriwijaya digiring ke darat. Sehingga mereka yang tadinya sebagai pelaut, beralih menjadi petani," katanya, dalam suatu kesempatan, di Palembang, belum lama ini.

Ditambahkannya, dirinya mendapat informasi bahwa sebelumnya di Palembang sudah ada pusat kajian Sriwijaya di Universitas Sriwijaya (Unsri), namun mati suri.

“Harapan saya mestinya ini bisa berlanjut, karena pusat studi sudah ada, tapi kurang aktif. Kehebatan Sumatera Selatan, selain pernah menjadi kerajaan besar Sriwijaya, juga Kesultanan Palembang," katanya.

Lanjutnya, jejak peninggalan sejarahnya tersebar di banyak tempat. Seharusnya benda cagar budayanya dilestarikan. Untuk itu harus dikerahkan daya dan upaya agar benda-benda bersejarah itu bisa diselamatkan.

"Saya akan mengerahkan Direktorat Sejarah, Balai Pelestarian Cagar Budaya di Jambi yang juga bertanggung jawab terhadap wilayah Sumatera Selatan dan Sumatera Barat termasuk Unsri," katanya. (ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close