Korea Utara Kritik Sikap Ketidaksabaran AS soal Denuklirisasi


Lia Cikita 2018-08-05 13:48:53 Internasional 50 kali

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo (kiri) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho (kanan) di Pertemuan Forum Regional Tingkat Menteri ASEAN ke-51 di Singapura, Sabtu (4/8/2018). (Foto:istimewa)

Singapura, Kabar28.com - Korea Utara mengkritik sikap pemerintah Amerika Serikat yang tidak sabar mengenai denuklirisasi yang dilakukan oleh negara pimpinan Kim Jong Un tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho pada Sabtu (4/8/2018) di forum regional ASEAN di Singapura.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut perlunya menjaga sanksi penuh untuk menekan Korea Utara.

"Apa yang mengkhawatirkan justru kebijakan mendesak yang diperlihatkan oleh AS untuk kembali seperti keadaan awal, jauh dari niat pemimpinnya," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti diwartakan.

Seperti diketahui, pertemuan sejarah antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un pada Juni lalu di Singapura menyepakati komitmen denuklirisasi Semenanjung Korea.

AS meminta Korut untuk melucuti semua persenjataan nuklirnya, yang dapat diverifikasi, dan tidak bisa diubah.

Sejak perjanjian pada Juni lalu, Korut mengklaim telah mengambil sejumlah langkah, termasuk menghentikan uji coba nuklir dan rudal, serta membongkar situs uji coba senjata nuklir.

"Namun, AS bukannya menanggapi langkah-langkah itu, malah meningkatkan seruannya yang lebih keras untuk mempertahankan sanksi terhadap Korut," ucap Ri.

"Selama AS tidak menunjukkan praktik kekuatannya untuk menyingkirkan fokus kami, tidak akan ada kasus di mana kami akan bergerak maju secara sepihak," imbuhnya.

Sementara itu, temuan terbaru dari laporan PBB menunjukkan Korut melanjutkan program nuklir dan rudalnya, serta menghindari sanksi melalui pengiriman minyak dari satu kapal ke kapal lain.

Di sisi lain, pejabat AS khawatir dengan beberapa negara anggota PBB yang meringankan sanksi terhadap Korut.

Pada forum ASEAN juga, Pompeo menekankan pentingnya menjaga tekanan diplomatik dan ekonomi kepada Korea Utara. Namun, dia tetap optimistis terhadap prospek kemajuan denuklirisasi Korea Utara.

Selama pertemuan dengan menteri luar negeri lainnya di Singapura, Pompeo menyerukan secara khusus agar sanksi diberlakukan dengan menghentikan pengiriman minyak dari kapal ke kapal.

Memotong impor minyak dan bahan bakar ke Korut membutuhkan peran besar China, yang memasok sebagian besar kebutuhan energi ke negara tersebut. Rusia juga yang mengirim sejumlah minyak ke Korut.

Pada forum tersebut, delegasi AS juga menyampaikan surat dari Trump yang ditujukan untuk Kim, dengan menyerahkannya kepada Ri.

Forum ASEAN pada Sabtu (4/8/2018) menyatukan para diplomat utama dari 26 negara dan Uni Eropa untuk membahas tentang isu-isu politik dan keamanan di Asia-Pasifik.

Sumber: Kompas.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close