Ratusan Massa Geruduk PN dan Kejari Lahat, Ini Tuntutannya


Arie Perdana Putra 2018-07-23 23:13:18 Lahat 58 kali

Massa memaksa masuk ke PN Lahat

LAHAT, Kabar28.com,- Ratusan massa Gerakan Rakyat Anti Money Politic (Geram) dan Gerakan Rakyat Anti Money Politik (Garpu), kembali mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Lahat, menuntut agar sidang perkara dugaan Money Politik di Pemilukada Lahat dengan terdakwa Syahril warga Desa Sukajadi, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat ini dihentikan, Senin (23/7/2018).

Massa tidak puas atas sidang ini, pasalnya sidang ini hanya menghadirkan satu terdakwa dan dinilai tidak sesuai aturan. Dikarenakan nama lain seperti Juki, pani dan lainya tidak dihadirkan dalam persidangan.

Kordinator Lapangan, Saryono menuding pengadilan berdalih ini hanya berunsur ke peradilan khusus. "Ada penyuapan, pelakunya sendiri tidak ada. Seharusnya terdakwa lainnya juga dihadirkan, ini sidang pidana bukan perdata,” katanya.

Awalnya massa melakukan aksi damai, namun suasana memanas karena Ketua Pengadilan Negeri tidak muncul di hadapan massa sehingga massa memaksa masuk ke dalam kantor namun dihadang oleh Tim Sabhara Polres Lahat.

Akhirnya, massa akhirnya membakar ban bekas di halaman Kantor Pengadilan Negeri sebagai luapan kekecewaan.

Setelah beberapa orator berbicara, akhirnya Ketua PN Lahat, Agus Pancara menemui massa serta menerangkan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menangkap apalagi menyidik, karena mereka hanya menyidangkan. "Jika terbukti akan menjadi tersangka, jika tidak maka bebas," katanya.

Merasa kurang puas, akhirnya massa menuju kantor Kejaksaan Negeri Lahat untuk melakukan aksi serupa. Kendati massa memaksa menghentikan sidang, Ketua Majelis Hakim, Saiful didampingi Hakim Anggota Martin dan Shelly Noveriyati terus melanjutkan sidang, dan memutuskan terdakwa Syahril dijatuhi hukuman 36 bulan penjara, serta denda Rp200 juta, subsider satu bulan kurungan.

Karena memaksa masuk ke halaman kantor kejaksaan, massa sempat rusuh karena kantor kejaksaan ditutup, namun massa akhirnya bisa masuk dengan menerobos pintu pagar kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lahat, Jaka Suprana didampingi Kasi Pidum, Kristianto mengungkapkan, dalam menindaklanjuti laporan atas massa, mereka masih mempelajari dan mempertimbangkan.

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP. Roby Karya Adi mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh massa Geram dan Garpu. "Terima kasih teman-teman, situasi Kamtibmas masih terjaga. Dalam menentukan perkara, kita tetap mengikuti aturan dan fakta hukum. Bila tidak ada 2 alat bukti penunjang, maka perkara tidak bisa ditindaklanjutkan," ungkapnya. (jum)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close