Diduga Nipu, Mantan Camat Dilaporkan


Arie Perdana Putra 2018-07-22 18:39:58 Palembang 83 kali

Korban menunjukkan bukti laporan

PALEMBANG, Kabar28.com,- Owner PT Multi Properti Indonesia pengembang Perumahan Multi Estate, H Pelly Yusuf (53) melaporkan AB (47) dan mantan Camat Sematang Borang Edison (50) ke Sentra Kepolisian Pelayanan Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Kamis (19/7/2018) lalu karena dugaan melakukan penipuan.

Dalam STTLP No: STTLP/539/VII/2018/SPKT yang diterima Perwira Urusan (PAUR) Siaga 3 SPKT Polda Sumsel, AKP Wahnan Kamili BS atas perkara dugaan sumpah palsu dan keterangan palsu dan atau membuat surat palsu, menyuruh memalsukan keterangan palsu ke dalam suatu akta otentik di Jl Kompok Timur RT 47 Kelurahan Lebung Gajah Kecamatan Sematang Borang, Selasa (17/7/2018).

"Saya minta kepada polisi menegakan hukum sesuai pasal 242, 263 dan 266 dan menangkap mereka yang terlibat dalam merekayasa akta dan memalsu surat-surat tanah ini seakan akan benar sesuai prosudur. Tetapi mereka orang-orang disebut pembeli dalam akta akta tersebut adalah kelompok mereka sendiri. Dari karena itu, ini kejahatan luar biasa penyalahgunaan jabatan dan sangat meresahkan," kata H Pelly Yusuf, Minggu (22/7/2018).

H Pelly Yusuf menyatakan memiliki seluas 2,8 hektare di Lebung Gajah untuk perumahan. Setelah akan dikelola, ada masyarakat datang mengklaim memiliki akte kepemilikan yang ditandatangani Camat setempat. Kemudian oleh oknum plang dan patok dicabut.

"Akibatnya pembangunan perumahan tertunda. Tukang yang bekerja di lapangan terganggu," ujarnya. H Pelly Yusuf sendiri berkeyakinan bahwa tanah dibeli sejak 1994 GS No 6514 Tahun 1986 sebanyak 9.900m, lalu dibeli 1995 dengan dasar GS No 6513 Tahun 1986 seluas 10.000m, sisa dari GS No 6513 Tahun 1986 dibeli tahun 2013 sebanyak 8.000m telah diterbitkan sertifikat 3 April 2014. "Modus yang dilakukan diduga dengan membuat akte berdasarkan SKT di atas tanah H Pelly Yusuf. Jelas ini mendzholimi. Masalah ini sudah saya sampaikan kepada Walikota agar oknum pejabat seperti ini jangan sampai dimasukkan dalam kabinet," ujar Pelly.

Sementara Edison yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui jika dirinya telah dilaporkan ke Polda Sumsel.

"Saya belum tahu. Saya lihat apa yang dilaporkan. Kalau soal akte pengoperan selama ini sudah sesuai prosedur," kata Edison yang kini menjabat Kadisnaker Kota Palembang. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close