Banding KPK Diterima, Vonis Gubernur Nonaktif Sultra Nur Alam Diperberat Jadi 15 Tahun


Lia Cikita 2018-07-20 16:53:02 Nasional 48 kali

Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima pengajuan banding dari Jaksa Penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam dalam kasus penerbitan izin usaha penambangan untuk PT Anugrah Harisma Barakah.

Ketua Majelis Hakim Elang Prakoso Wibowo beserta anggotanya, Zubaidi Rahmat, I Nyoman Adi Juliasa, Reny Halida Ilham Malik, dan Lafat Akbar memperberat vonis Nur Alam menjadi 15 tahun penjara. Sebelumnya, dalam putusan tingkat pertama Nur Alam divonis 12 tahun bui.

"Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa Nur Alam dengan pidana penjara selama 15 tahun," bunyi isi amar putusan yang didapat, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Selain itu, Nur Alam juga diminta membayar denda Rp1 miliar dengan ketentuan jika denda tersebut tak dibayar maka diganti dengan pidana kurang lebih selama enam bulan.

Belum cukup, Majelis Hakim juga mewajibkan Nur Alam untuk membayar uang sebesar Rp2,7 miliar dalam waktu satu bulan setelah putusan bersifat Inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

Nur Alam dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam dakwaan pertama alternatif kedua dan melakukan korupsi secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Perbuatan Nur Alam telah memenuhi unsur pada Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, untuk dakwaan ke satu alternatif kedua

Kemudian terbukti melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 (1) KUHP.

Di sisi lain, putusan banding ini juga masih lebih rendah dari tuntutan yang diminta Jaksa KPK. Dalam kasus ini, Jaksa mengajukan tuntutan Nur Alam dengan hukuman pidana 18 tahun penjara.

Sumber : Okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close