Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KLHK Sosialisasikan Pengurangan Kantung Plastik di 3 Pasar Tradisional


Mutiara Safitri 2018-07-20 13:48:00 Ekonomi 35 kali

Pasar Tradisional (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mensosialisasikan penggunaan kantong plastik di tiga pasar tradisional di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Tahun ini, KLHK mengambil tema "Kendalikan Sampah Plastik" seiring dengan tema world Environment Day 2018 yang dikeluarkan oleh United Nation Environtment Programme (UNEP), yakni "Beat Plastic Pollustion".

Kampanye tersebut digelar secara serentak di Pasar Jambul, Pasar Santa, dan Pasar Tebet Dalam yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Menurut penuturan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M. R. Karliansyah, kampanye pengurangan sampah plastik ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.

Apalagi jika bercermin dari data sampah plastik yang dikeluarkan oleh KLHK belum lama ini. Dalam kurun waktu satu tahun saja, Indonesia memproduksi sekitar 1,2 juta ton sampah yang dibuang ke laut. Dari jumlah tersebut, 40% atau 410 ribu ton di antaranya adalah sampah plastik.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Nah, kampanye ini membagikan 2.000 tas purun dari Kalimantan Selatan sebagai pilihan alternatif. Dengan harapan, ke depannya kita bisa mereduksi sampah plastik," tutur Karliansyah kepada media, di Pasar Santa, Jakarta Selatan.

Karliansyah menegaskan, masyarakat Indonesia harus sadar bahwa dampak negatif dari sampah plastik ini tidak hanya dirasakan oleh mereka sendiri, tetapi keluarga, dan generasi yang akan datang.

Selain melakukan serangkaian kampanye, KLHK juga telah meluncurkan berbagai program khusus guna menanggulangi isu sampah plastik. Salah satunya kebijakan plastik berbayar.

Namun dalam realisasinya, kebijakan ini sempaf memicu pro dan kontra. Banyak yang mempertanyakan perihal dana yang diterima oleh pemerintah dari program tersebut.

"Sebetulnya bukan berbayar, tapi lihat lah tujuan utama program itu. Kalau mereka masih menggunakan plastik justru dapat menimbulkan masalah lingkungan yang lebih kompleks. Air dan udara kita sudah tercemar," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Karliansyah juga memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada perusahaan, multi national company, dan sejumlah restoran cepat saji yang sudah berkomitmen dalam mengurangi penggunaan kemasan plastik pada produk mereka.

"Kita apresiasi teman-teman yang melakukan perubahan ini, bagaimana pun juga itu akan mengubah perilaku masyarakat. Contohnya, dulu naik kereta api harus rebutan, sekarang masyarakat sudah mau mengantre. Memang prosesnya tidak cepat, tetapi bisa dilakukan secara perlahan," papar Karliansyah.

Dalam skala nasional, Karliansyah membeberkan bahwa sudah ada 25 walikota dan bupati di Indonesia yang sepakat untuk mengurangi sampah plastik di kota mereka. Tujuannya adalah untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah yang ditargetkan mencapai 70%, pada tahun 2020 mendatang.

"Walikota Banjarmasin sudah mengeluarkan kebijakan larangan penggunaan kantung plastik. Alhamdulillah sudah berjalan. Kemudian disusul Balikpapan. Jadi mudah-mudahan bisa diterapkan di kota-kota lainnya," tukas Karliansyah.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close