Rupiah Tertekan, Perbankan Dibayangi Tantangan Likuiditas


Lia Cikita 2018-07-19 21:47:02 Ekonomi 50 kali

Kurs dolar AS (Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengatakan tantangan terbesar bagi perbankan pada sisa tahun ini datang dari likuiditas valuta asing (valas). Kondisi itu tidak lepas dari imbas pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Dia mengatakan, pertumbuhan dana valas nasional cenderung melambat atau malah minus.

"Likuiditas adalah the biggest challenge, untuk valas lebih worrying," ungkap Kartika di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Di sisi lain, Mandiri juga dihadapkan dengan turunnya net interest margin (NIM) karena pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melambat sementara ekspansi kredit meningkat. Akibatnya suku bunga deposito spesial akan meningkat tajam hingga menekan NIM.

Bank Mandiri mencatat penurunan pada Net Interest Margin (NIM) sebesar 0,14% menjadi 5,74% dari periode yang sama tahun lalu 5,88%

"Kami lihat NIM kami akan turun cukup signifikan. Sekarang NIM 5,7%, paling akhir tahun kalau bisa ditahan di 5,5%. Turun sekitar 20-30 bps di akhir tahun,” kata dia. 

Kartika melanjutkan, penurunan NIM akan menggerus laba bulanan, namun tidak pada laba total tahunan. Laba per bulan Bank Mandiri, kata dia, tercatat rata-rata Rp2 triliun sampai Rp2,1 triliun.

Sampai akhir tahun, dia menargetkan pertumbuhan laba sebesar 18% hingga 20% dari tahun lalu.

"Laba semester II biasanya jauh lebih kencang dibanding semester I. Kali ini ke semester II enggak mungkin lebih besar dari semester I, mungkin agak pas-pasan," tukas dia.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close