21 Tengkorak Manusia Kuno Dicuri dari Gereja Bersejarah Inggris


Arie Perdana Putra 2018-07-19 19:35:19 Internasional 54 kali

Tengkorak manusia di Gereja St. Leonard, Hythe, Kent, Inggris. (Foto: istimewa)

Hythe, Kabar28.com,- 21 tengkorak manusia kuno telah dicuri dari osuarium atau makam di sebuah gereja bersejarah di Hythe, Kent, inggris. Polisi menduga pencuri memasuki Gereja St. Leonard antara Minggu siang sampai Senin pagi dengan merusak gembok.

Osuarium St. Leonard diperkirakan menyimpan sebagian tulang belulang antara 2.000 dan 4.000 orang. Lebih dari 1.000 tengkorak dijajarkan di rak-rak osuarium, yang juga berisi tumpukan tulang dan tengkorak sepanjang lebih dari 7 meter dengan lebar 1,8 meter. Tulang belulang diperkirakan berusia antara 900 sampai 600 tahun.

Pendeta Gereja St. Leonard, Andrew Sweeney mengatakan, Osuarium adalah nama yang diberikan untuk sebuah objek atau tempat yang dibangun untuk berfungsi sebagai tempat istirahat terakhir dari sisa-sisa kerangka manusia.

"Kami sedih bahwa keserakahan, keegoisan, atau kebodohan beberapa orang telah menghancurkan asumsi nilai-nilai kemanusiaan umum," katanya.

Gereja St. Leonard kini telah memasang sistem keamanan yang mahal untuk membantu melindungi koleksi tulangnya.

Asal-usul pasti dari tulang-tulang di Gereja St. Leonard masih menjadi misteri. Beberapa teori menyebutkan bahwa tulang-tulang itu adalah tulang bajak laut Denmark, korban wabah Kematian Hitam atau tentara yang gugur dari Pertempuran Hastings yang terkenal di Inggris.

Analisis ilmiah terbaru dari tulang-tulang itu mengungkap bahwa lebih dari setengahnya adalah tulang perempuan, dan sekira 10 persen berasal dari remaja. Hal ini menyebabkan para ahli untuk menyimpulkan tulang-tulang itu kemungkinan sisa-sisa penduduk setempat dikumpulkan dan disimpan selama perluasan gereja ke tanah kuburan yang telah ada di sana.

Setiap tengkorak yang diambil melambangkan jenazah manusia yang layak untuk beristirahat dalam damai. Tidak ada alasan yang masuk akal untuk tengkorak-tengkorak ini berada di tangan siapa pun kecuali gereja.

Sementara, Inspektur Polisi Kent, Maxine Harris menjelaskan, pihaknya menyadari ini mungkin pencurian yang tidak biasa, tetapi tengkorak-tengkorak ini tidak bebas untuk diambil. "Mereka adalah bagian dari koleksi penting dan kami ingin melihat mereka kembali di tempat yang sah di makam bawah tanah," ujarnya.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close