Kapolda Sumsel: Karhutbunla di OKI Bukan Bencana, tapi Sengaja Dibakar


Arie Perdana Putra 2018-07-19 16:52:44 Ogan Komering Ilir 103 kali

Kapolda Sumsel bersama Bupati OKI

KAYU AGUNG, Kabar28.com,- Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengancam. Hal itu ditandai dengan terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (18/7/2018).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKI, Kodim 0402/OKI, Kapolres OKI dan Masyarakat Peduli Api (MPA). "Karhutbunla sudah padam semua, mulai Rabu (18/7) siang menjelang Magrib,” ungkap Kapolda dikonfirmasi usai latihan menembak di Mapolda Sumatera Selatan, Kamis (19/7).

Diterangkan Kapolda, Karhutbunla di Pedamaran, OKI, lokasinya di kawasan perkebunan. "Menurut pengamatan kami, ini bukan bencana alam. Namun (lahan sengaja) dibakar. Oleh karena itu, kami fokus melakukan penyidikan," terangnya.

Masih kata Kapolda, Bupati OKI setuju bahwa orang yang membakar hutan dan lahan ditembak di tempat. "Saya harap agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran. Mari bersama menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup anak cucu," pungkasnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Bupati OKI H Iskandar mengatakan, kejadian karhutla ini memang baru terjadi (lagi) setelah tiga tahun lalu. "Baru sekarang yang kelihatan cukup luas, kalau dulu spotnya sedikit, dan dengan luas di bawah satu hektare, sekarang lebih dari 10 hektare,” jelasnya.

Sekarang, tambah dia, kalau ada titik api langsung keroyok. “Semuanya turun, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat untuk melakukan tindakan pemadaman. Masyarakat juga, kalau melihat ada api segera lakukan pemadaman," ungkapnya.

Iskandar langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk tim investigasi terkait bencana karhutbunla di Kabupaten OKI.

"Saya perintahkan agar tim pemadam dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI terus memantau kejadian ini. Kami akan bahas ini di rapat forkopimda agar dibentuk tim invetigasi agar tahu permasalahan lahan yang terbakar ini," katanya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar BPBD OKI menyurati perusahan untuk bertanggungjawab terhadap kejadian tersebut dan agar api di lokasi wilayah mereka segera padam. "Saya tegaskan, api harus padam dalam satu hari ini. Saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api. Saya tidak tenang dengan adanya kebakaran lahan ini, karena mencakup nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir. Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang," pungkasnya.

Pasca kejadian, Polres OKI dan jajaran langsung turun dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. "Kalau yang kemarin, sudah dipolice line oleh Unit Pidsus untuk dilakukan penyelidikan, jadi sementara lahan tidak bisa digunakan dulu," ungkap Kasubbag Humas Polres OKI, IPDA Ilham Parlindungan, Kamis (19/7/2018).

Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran diakibatkan oleh kelalaian atau disengaja, atau bahkan ada unsur sabotase. "Jadi masih dalam proses (penyelidikan), tidak sembarangan menentukan orang itu salah atau tidaknya. Terbukti atau tidaknya ada kelalaian tidak secepat itu, ini bukan seperti pidana biasa," jelas Ilham.

Dirinya menambahkan, lahan-lahan tersebut ada beberapa jenis seperti lahan milik warga, atau milik perusahaan. Jika lahan tersebut merupakan lahan milik warga dan tidak dimanfaatkan tetap pemilik lahan akan diperiksa termasuk perangkat desa yang juga akan dimintai keterangan. "Kalau itu punya perusahaan, perusahaannya yang akan kita periksa," tuturnya.

Jika belajar dari pengalaman, lanjutnya, karhutla ini ada beberapa unsur penyebab seperti kelalaian dan kesengajaan. Oleh karena itu, sejak jauh hari Polres OKI memaksimalkan sosialisasi dan memberikan imbauan baik berupa maklumat berupa spanduk maupun persuasif kepada masyarakat agar tidak membakar ataupun membuka lahan dengan cara membakar.

"Sekarang yang digedor itu perangkat desa untuk lebih tegas lagi mengimbau kepada warga yang beraktifitas di kebun atau lahan. Termasuk ditegaskan kepada warga yang punya lahan dan dibiarkan lahannya tidak dimanfaatkan, kami imbau keras agar itu dijaga supaya tidak ferbakar dan dimanfaatkan oleh oknum hingga disabotase (dibakar)," tukasnya.

Masih kata Ilham, saat ini sudah ada 13 posko terpadu yang berisi gabungan antara Polri, Manggala Agni dan beberapa satuan lainnya. Selain itu, di Polri, dalam jajaran sampai ke Polsek-polsek sudah menjadi tradisi dan tanggungjawab masing-masing untuk menjaga wilayah.

"Ke depan, wacana Kapolres, dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla untuk lebih aktif dan giat mengantisipasi hingga menangani kejadian (Karhutla) ini," pungkasnya. (rel)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close