Satgas Karhutbunla Aktifkan Posko di Desa-desa


Arie Perdana Putra 2018-07-17 21:15:57 Palembang 51 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) Sumatera Selatan melakukan upaya kesiapsiagaan secara serius untuk menghadapi potensi ancaman kebakaran di wilayah Sumsel. Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Satgas Karhutbunla Provinsi Sumatera Selatan Kolonel Inf Iman Budiman, yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo pada Rakor di Posko Satgas Siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan Prov. Sumsel, Selasa (17/7/2018).

Upaya kesiapsiagaan yang dibangun Satgas Karhutbunla Sumsel melalui pengaktifan Pos Komando (Posko) di tingkat Desa, serta mengajak partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mengantisipasi Karhutbunla di wilayah masing-masing.

Dansatgas Karhutbunla Sumsel Kolonel Inf Iman Budiman mengatakan, sesuai Keputusan Gubernur Sumsel, Siaga Karhutbunla tahun 2018 dimulai sejak 1 April-31 Oktober 2018. Dalam waktu tersebut sudah dibagi menjadi beberapa zona untuk menentukan eskalasi kesiagaan.

“Zona  tersebut yaitu hijau berarti normal, kuning berarti awas dan merah berarti waspada. Sekarang kita sudah masuk zona kuning sejak 20 Juni lalu, dan akan masuk zona merah pada 25 Juli nanti, karena waktu tersebut mulai puncak musim panas dan kita akan siap siaga di daerah rawan,” katanya.

Lanjutnya, Satgas juga telah membentuk beberapa Tim yang akan bergerak memantau di 55 titik sangat rawan di OKI, MUBA, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim. Dari 55 titik dikelompokkan menjadi 30 sektor, dari 30 sektor tersebut dijadikan 10 kolam yang akan dipantau secara langsung oleh Tim Satgas.

"Pembagian titik-titik pantau dari 55 titik menjadi 30 sektor dan menjadi 10 kolam ini untuk memudahkan kita memantau dan bergerak dalam mengatasi apabila terjadi kebakaran. Alhamdulillah sudah 90 persen kegiatan ini kita lakukan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iriansyah mengungkapkan, dalam mendukung operasional Satgas Karhutbunla Sumsel, pemerintah telah memberikan bantuan helikopter yang dapt digunakan untuk patroli maupun penindakan dengan menggunakan water bombing.

“Kegiatan patroli udara dengan menggunakan helikopter rutin kita lakukan guna memantau kebakaran secara langsung, karena dengan helikopter ini lebih efektif dibanding melalui jalur darat, meskipun BNPB juga sudah menggunakan data dari LAPAN untuk memantau titik panas,” ungkapnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close