Jelang Asian Games, Puluhan Jukir dan Pengamen Diamankan


Arie Perdana Putra 2018-07-17 17:34:52 Prabumulih 53 kali

Polisi saat melakukan razia

PRABUMULIH, Kabar28.com,– Demi meningkatkan keamanan jelang penyelanggaraan Asian Games 2018, tim Satgas Kejahatan Jalanan kepolisian resort (Polres) Prabumulih menggelar razia Premanisme di seluruh tempat-tempat keramaian di wilayah hukumnya, Selasa (17/07/2018) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sedikitnya ada sekitar 21 orang terdiri dari para pemuda yang disinyalir preman, juru parkir liar dan pengamen jalanan yang kerap berada di lokasi kawasan Pasar Inpres Prabumulih berhasil terjaring razia yang dilakukan petugas kepolisian. Hal ini dilakukan guna mencegah dan meminimalisir aksi kejahatan dan kriminal jalanan, sekaligus menjaga ketertiban masyarakat.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto menjelaskan, razia preman, pengemis, juru parkir liar dan pengamen jalanan di wilayah hukum Polres Prabumulih ini adalah sebagai langkah preventif dalam menekan angka kriminalitas jalanan.

“Ada sekitar 21 orang yang terjaring saat razia kita dari beberapa tempat lokasi keramaian di wilayah Prabumulih. Baik preman, pengamen maupun juru parkir ilegal, semua kita angkut,” ujar AKP Eryadi.

Ia pun mengatakan, target operasi razia ini adalah petugas parkir liar, agen liar, pengamen jalanan serta yang lainnya yang terindikasi dan berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga maupun pengunjung di kota Prabumulih. Menurut Eryadi, kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan program prioritas Kapolri dalam satgas penegakan hukum tentang kejahatan jalanan.

“Razia ini dilakukan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat khususnya di Prabumulih. Negara tidak boleh takut sama preman, negara tidak boleh kalah dari preman,” terangnya.

Puluhan orang yang terjaring razia premanie tersebut, lanjut Eryadi langsung diamankan di aula Mapolres Prabumulih untuk dilakukan pembinaan dan pendataan dan membuat pernyataan tidak akan kembali melakukan parkir liar, pungli dan lain sebagainya.

“Semua kita bawa ke kantor untuk di data dan membuat pernyataan tidak akan kembali melakukan perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat maupun perbuatan pidana dan berkeliaran di jalan yang dapat mengganggu ketertiban umum,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan Eryadi, bahwa operasi preman ini merupakan tindak lanjut dari seruan pimpinan yang memerintahkan seluruh jajarannya untuk melakukan operasi premanisme selama sebulan penuh demi menjaga situasi khususnya di kota Prabumulih tetap dalam keadaan aman dan terkendali.

“Terutama menjelang pesta olahraga akbar Asian Games 2018 seperti sekarang ini. Dan dari hasil giat tadi tidak ada yang bawa senjata tajam,” kata dia.

Eryadi juga menegaskan, pihaknya akan menindak tegas apabila ada tindakan kriminal yang dilakukan seperti membawa senjata tajam, melakukan pemerasan dan lainnya.

“Boleh bekerja di pasaran, tapi jangan sampai melakukan tindakan kriminal. Jangan sampai bawa senjata tajam dan meresahkan masyarakat. Kalau ada yang tertangkap, akan kita tindak tegas dengan sanksi pidana,” tandasnya. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close