Tak Becus Urus Sekolah, Pelajar Minta Kepala SMAN 3 Lahat Diganti


Arie Perdana Putra 2018-07-16 13:04:10 Lahat 330 kali

Pelajar SMAN 3 Lahat saat berorasi

LAHAT, Kabar28.com,- Seluruh siswa-siswi SMA N 3 Lahat, menuntut agar Kepala Sekolah diganti. Alasannya, karena Misriana, sang Kepala Sekolah tidak bisa memajukan sekolah.

Aksi ini bukan hanya dilakukan di halaman sekolah melainkan mereka melanjutkan aksi ke halaman Pemkab Lahat. Terpantau di lokasi ratusan Siswa-siswi SMA Negeri 3 Lahat, melakukan orasi di depan Kantor Bupati Lahat dengan membawa atribut seperti spanduk dengan tulisan berupa tuntutan mereka sembari berteriak ganti Kepala Sekolah.

Dalam orasinya yang disampaikan oleh Deki mewakili siswa, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lahat, agar dapat mengganti Kepala SMAN 3 Lahat, karena Kepala Sekolah ini dinilai tidak bisa memajukan SMA Negeri 3 Lahat.

“Kami Siswa- siswi SMAN 3 Lahat, sudah tidak tahan lagi atas perlakuan Kepala Sekolah (Kepsek), kami dituntut bayaran SPP perbulan 100 ribu dan fasilitas tidak ada yang bagus, seperti WC kecil tidak ada lampu, ruang kelas bocor dan fasilitas lainnya yang sangat tidak layak,” katanya, Senin (16/7/2018).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Marwan Mansyur, menerima aspirasi anak-anak SMAN 3 Lahat, dan akan menindak lanjuti tuntutan- tuntutan tersebut.

"Saya berpesan kepada seluruh Siswa- siswi SMAN 3 Lahat agar sesudah aksi ini kalian pulang dengan tertib aman dan damai,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lahat, Baslini sangat menyayangkan terjadinya aksi demo penuntutan digantinya Kepala SMAN 3 Lahat.

Ia mengaku, pihaknya menyerap siap aspirasi siswa yang melaksanakan demo tersebut.

"Kami selaku MKKS sudah menyampaikan secara lisan kepada Dinas Pendidikan Provinsi, tinggal kita menunggu keputusanya, kalau secara tertulis sedang kita buat, kita juga masih menunggu apakah kita harus ke Palembang atau tidak," katanya.

Pihaknya sebagai perpanjangan tangan dari dinas provinsi, dirinya bersama pengurus MKKS menunggu keputusan dari dinas provinsi.

"Untuk siswa sendiri, kami sebagai MKKS menjamin. Apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, maka kami akan bertindak tegas," terangnya.

Disamping itu, Baslini meminta kepada seluruh kepala sekolah agar terbuka dalam menyusun program sekolah sehingga tidak terjadi seperti ini.

"Kita harus terbuka kepada seluruh karyawan sekolah sehingga tidak ada kecurigaan Antara satu sama lain, yang jelas kami sangat menyayangkan terjadinya aksi demo ini dan kita tunggu keputusannya dari provinsi, karena kita sudah menghubungi dinas provinsi," terangnya. (jum)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close