Jelang Diresmikan, Jokowi Tinjau LRT Palembang


Mutiara Safitri 2018-07-13 10:56:03 Ekonomi 54 kali

LRT Palembang (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Jumat ini. Salah satu rangkaian kegiatan presiden Di Palembangadalah memastikan kesiapan pengoperasian Light Rail Transit (LRT).

"Pembangunan LRT Sumsel dilaksanakan untuk melayani kebutuhan transportasi massal untuk masyarakat di wilayah Sumatera Selatan serta dalam rangka mendukung Asian Games 2018," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam keterangan tertulis, Jumat (13/7/2018).

Pembangunan LRT Palembang dimulai sejak 2015 lalu. Pembangunan LRT ini merupakan implementasi dari program pembangunan perkeretaapian yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) 2030 yang disusun oleh Kementerian Perhubungan.

Yang kemudian semakin dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 yang mengalami perubahan menjadi Perpres Nomor 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, menjadi dasar kebijakan dimulainya pembangunan LRT Sumsel.

Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar Rp 10,9 triliun, jalur LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II menuju kawasan Jakabaring sport city serta stasiun tujuan akhir, Sta. DJKA sepanjang 22,3 km.

Pada saat dioperasikan, terdapat 13 stasiun pemberhentian, terdiri atas : Sta. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Sta. Asrama Haji, Sta. Punti Kayu, Sta. RSUD, Sta. Garuda Dempo, Sta. Demang, Sta. Bumi Sriwijaya, Sta. Dishub, Sta. Cinde, Sta. Ampera, Sta. Polresta, Sta. Jakabaring dan Sta. DJKA.

Pada saat dioperasikan, lama waktu berhenti di setiap stasiun kurang lebih 40 detik. Khusus di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang merupakan stasiun awal serta Stasiun DJKA yang merupakan stasiun tujuan akhir (begitupun sebaliknya) lama waktu berhenti adalah sekitar 5 menit.

Adapun waktu tempuh perjalanan LRT Sumsel dari Sta. Bandara hingga Sta. DJKA adalah 49 menit, dengan pengaturan headway antar kereta 17 menit. "Sehingga dalam satu hari akan ada 108 perjalanan LRT Sumsel dengan menggunakan 6 trainset LRT," tambah Zulfirkri.

Waktu pengoperasian LRT Sumsel ini dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir pukul 22.20 WIB, sehingga lama waktu operasi LRT Sumsel adalah 18 jam 20 menit.

Dibangun dengan konsep konstruksi elevated track (jalur layang), LRT Sumsel menjadi LRT yang pertama kali dibangun serta dioperasikan di Indonesia.

"Hal tersebut di atas menjadi catatan sejarah baru bagi pengembangan perkeretaapian Indonesia. Patut mendapatkan apresiasi, karena LRT Sumsel ini merupakan karya putra-putri Indonesia. Sejak dimulainya tahapan konstruksi, pembangunan fasilitas operasi, pembangunan stasiun, penyediaan sarana train set LRT, tahapan pengujian prasarana dan sarana hingga pengoperasian LRT Sumsel ini, semuanya dilakukan oleh putra-putri terbaik Indonesia," pungkasnya.

Sumber : liputan6.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close