Pantau Pilkada, Bawaslu: 19 Personel Kami Meninggal dan 13 Diintimidasi


Lia Cikita 2018-07-12 20:55:20 Nasional 54 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com, - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abhan menyebut 19 orang anggotanya di daerah gugur atau meninggal dunia saat bertugas pada Pilkada Serentak 2018.

Hal itu diungkapkan Abhan saat merilis hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 untuk perbaikan prosedur penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Dari awal sampai rekapitulasi ada 19 personil (meninggal)," ucapnya di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).

Sementara itu, ia pun mengungkapkan sembilan orang anggotanya terlibat kecelakaan, baik dalam skala ringan ataupun berat.

"Kemudian yang kecelakaan ada sembilan orang. Sebagian ringan dan ada yang masih terbaring di rumah sakit," ungkap dia.

Selanjutnya, Abhan pun memaparkan 13 orang anggotanya kerap mendapat kekerasan dan intimidasi selama bertugas melakukan pengawasan.

Intimidasi yang dimaksud, kata dia, seperti adanya kekerasan dari tim peserta Pilkada maupun pihak-pihak lainnya. Bentuk intimidasi tersebut bahkan sampai dengan pembakaran rumah.

"Mendapat intimidasi dan kekerasan baik dari tim maupun dari pihak lain ada 13 orang. Intimidasi misalnya rumahnya dibakar," terang Abhan.

Ia pun mengatakan petugas pengawas yang meninggal bukan disebabkan intimidasi ataupun kekerasan, melainkan karena kelelahan kemudian jatuh sakit, ataupun kecelakaan.

"Jadi bukan meinggal karena intimidasi atau kekerasan, enggak ada. Karena ada yang sakit, ada yang kelelahan, ada juga yang kecelakaan ketika menjalankan tugas rekapitulasi," pungkas Abhan

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close