Palembang Brothers Minta Waskita Selesaikan Jalan dan Taman, Ini Jawaban Kepala Proyek


Arie Perdana Putra 2018-07-12 18:47:30 Palembang 28 kali

Massa PB saat menggelar aksi

PALEMBANG, Kabar28.com,- Palembang Brothers sambangi DPRD Sumsel, mendesak wakil rakyat Sumsel memanggil managemen PT Waskita agar menyelesaikan jalan dan taman yang dilalui Light Rail Transit (LRT).

Dikatakan Presiden Palembang Brothers Deni Tegar, hari ini pihaknya berkumpul melakukan aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap Asian Games.  Membantu Pemrov untuk suksesnya Asian Games. Pembangunan LRT ini membuat jalan rusak. Walaupun diperbaiki masih berlobang.

"Kami khawatir jika nantinya para tamu yang hadir saat perhelatan Asian Games merasa terganggu atas jalan yang masih rusak berlubang tersebut, dan kontrak LRT hingga Desember 2018," katanya Kamis (11/7/2018).

Lebih lanjut Deni mengungkapkan,  tujuan aksi ini untuk membantu aparat agar menindak tegas kontraktor yang tidak melaksanakn tugasnya tidak maksimal.

"Harusnya jalan digreder, tapi jalannya masih bergelombang.  Jangan sampai kontraktor melakukan pekerjaan tapi tidak maksimal. Harusnya ada standar pembangunan jalan, dengan jalan yang kembung. Kami pesimis pekerjaan ini selesai. Pengerjaan yang harusnya datar ini bergelombang. Tanah taman pakai tanah galian, bukan tanah humus," katanya. 

Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan, Ruben menambahkan,  pihaknya mendapat informasi adanya keterlambatan proyek LRT.

"Kita mendesak DPRD Sumsel untuk memanggil Waskita, agar proyek ini berjalan sebagaimana mestinya. Asian Games sebentar lagi. Tapi jalan masih bergelombang. Taman pakai tanah timbunan bagaimana bisa tumbuh tanaman.  Mari kita sama sama kawal Asian Games,  agar jangan sampai kita malu dengan tamu tamu Asian Games," terangnya. 

Terpisah, Kepala Waskita Proyek LRT Palembang Masudi Jauhari mengatakan, pihaknya optimis perbaikan jalan akhir bulan ini bakal selesai. "Sebelum Asian Games perbaikan jalan di stasiun asrama haji, Telkom dan RSUD selesai. Aksi demo mengingatkan kita agar lebih cepat lagi menyelesaikan pekerjaan ini," katanya. 

Sedangkan persoalan taman, lanjut Masudi, sekarang masih dalam proses. "Tanah yang dipakai humus. Kita bekerja sesuai standar, jadi tidak menggunakan tanah galian," tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close