Tertibkan 100 PKL di Pasar Sako, 150 Pol PP Diturunkan


Arie Perdana Putra 2018-07-10 19:58:17 Palembang 33 kali

Sat Pol PP saat melakukan penertiban

PALEMBANG, Kabar28.com,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Sako, Selasa (10/7/2018).

Dalam giat tersebut, petugas menertibkan para PKL yang berjualan dengan membawa Palet (Kotak wadah dagangan). Para pedagang pun langsung membersihkan lapak mereka masing-masing secara tertib dan aman.

Salah satu pedagang pasar Sako, Riko mengaku setelah kejadian tersebut tidak tahu harus pindah berjualan di mana, karena ia tidak memiliki lokasi alternatif, berbeda dengan kebanyakan pedagang lain. 

"Karena tidak semua PKL yang berjualan di sini ada lapak di pasar lama, seperti saya ini memang dari dulu sudah dagang di luar, sekarang saya bingung mau dagang di mana, saya mau pindah ke dalam tarif retribusinya mahal, sedangkan untung kami pas-pasan," keluhnya. 

Selain itu, dirinya juga berharap ada solusi dari pemerintah, karena menurutnya ada 300 lebih PKL yang nasib dagangannya belum jelas paska penertiban oleh satpol PP itu. "Kami juga tidak mungkin bisa berjualan sebab petugas Satpol PP akan setiap hari mengawasi," terang Riko. 

Sementara itu, Kabid Ops Sat Pol PP Palembang Sri Hendra mengatakan, pihaknya menurunkan 150 personil untuk menertibkan 100 lebih PKL yang masih berjualan di area larangan tersebut. "Mereka sudah sering diingatkan agar tidak berjualan di sini, tapi mereka tetap membangkang," ujarnya.

Menurutnya, para pedagang yang banyak berjualan sayur dan buah-buahan sudah sering kucing-kucingan dengan Satpol PP Palembang, sehingga ke depan pihaknya akan menyiagakan personel di lokasi penertiban itu. 

"Para PKL sebenarnya memiliki lapak sendiri di pasar lama dan pasar mandiri dekat lokasi tersebut. Namun, mereka tetap berjualan di emperan ruko pasar Sako dengan alasan lebih ramai pembeli dan akses yang mudah, justru membuat pasar terkesan jadi kumuh. Penertiban awal ini kami masih mentolerir barang-barang PKL, tapi jika ke depan masih berjualan terpaksa barangnya kami ambil, ini tindakan tegas dari kami," pungkasnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close