AS Ancam Perang Dagang dengan Indonesia, Kemendag Siap Kirim Tim


Mutiara Safitri 2018-07-09 12:27:13 Ekonomi 41 kali

Oke Nurwan (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Amerika Serikat kini mulai mengancam dan berpotensi memulai perang dagang dengan Indonesia. Hal tersebut seiring dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mencabut beberapa tarif khusus yang diberikan kepada Indonesia, diantaranya dengan mencabut Generalisasi System' of Preferences (GSP) produk tekstil Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, pemerintah segera melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perang dagang. Salah satu langkahnya adalah dengan mengirim tim yang terdiri dari lintas Kementerian ke Amerika Serikat untuk bernegosiasi.

"Nantilah itu kan dikaitkan ya dengan GSP kita direview. Ya kita akan kirim Tim ke AS untuk negosiasi supaya fasilitas GSP kita tetap dipertahankan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Rencanannya, tim tersebut akan berangkat pada akhir Juli 2018. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan siapa saja dan apa isi yang akan di negosiasikan nantinya.

"Kemungkinan akhir Juli berangkatnya. Tapi yang lain saya belum bisa sampaikan yang kaitannya yang di GSP yang akan di-review itu kita sudah memutuskan akan kirim Tim," jelasnya.

Namun yang pasti, tim tersebut akan berisikan dari lintas Kementerian utamanya yang produknya terdampak dari ancaman tersebut. Seperti Kementerian Pertanian yang mana sebagian besar produk pertanian lah yang diancam akan dicabut GSP-nya.

"Nanti karena ada Kementan kan kita dipermasalahkan jadi (kita ajak juga) pertanian. Jadi negosiasinya apa yang akan kita bawa," jelasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi membenarkan jika pemerintah akan segera mengirim tim negosiasi ke Amerika Serikat. Nantinya Tim tersebut akan di pimpin oleh Kementerian Perdagangan sebagai ujung tombaknya.

"Kementerian Perdagangan dan Departemen Luar Negeri yang menjadi ujung tombaknya untuk menyelesaikannya," ucapnya.

Sambil menunggu lanjut Sofjan, pemerintah juga sudah mengirim Duta Besar ke Amerika Serikat. Tujuannya untuk membujuk pemerintah Amerika Serikat untuk membatalkan kebijakan tersebut.

"Jadi Menteri Perdagangan kita tentu akan kirim (ke Amerika Serikat) dan kedutaan kita sudah bekerja juga di sana untuk menjelaskan," jelasnya.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close