Grab Merambah ke Prabumulih, Ojek Pangkalan Was-was


Arie Perdana Putra 2018-07-06 09:36:16 Prabumulih 96 kali

Sosialisasi calon mitra grab

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Kehadiran GRAB di Kota Prabumulih saat ini dinilai sebagian pihak transportasi akan mematikan kelangsungan usaha mereka.

Meski demikian, sepekan terakhir para agen-agen GRAB tersebut terus gencar melakukan sosialiasi menerima pendaftaran bagi pengendara yang akan menjadi driver. Bahkan, siang kemarin (5/7/2018) sekitar pukul 10.00 WIB puluhan orang yang mengklaim sebagai calon driver dan mitra grab ikut hadir dalam sosialisasi dan pelatihan dari manajemen GRAB di salah satu Hotel di kota setempat.

“Kami tentu akan terganggu jika ada ojek online karena kami ojek pangkalan ini pasti akan kalah, kami rasa untuk ojek online atau mobil online belum cocok diterapkan di Prabumulih karena jarak juga dekat-dekat,” ungkap Muslim, satu diantara penarik ojek pangkalan di lokasi Pasar Inpres ketika dibincangi.

Menurutnya, kehadiran ojek online tentu akan menggeser dan mengancam para ojek pangkalan maupun para supir angkutan kota (angkot) yang ada, disebabkan biasanya ojek online merupakan pegawai yang mencari kerja sampingan sementara pihaknya selaku ojek asli akan kehilangan pekerjaan.

“Kita baru tahu jika bakal ada grab di Prabumulih ini, tentu kami akan menghimpun ojek-ojek yang ada untuk memprotes pemerintah bagaimana nasib kami jika memang grab akan beroperasi di Prabumulih,” kata dia.

Hal serupa juga disampaikan Aan, salah seorang tukang ojek di Pangkalan ojek Simpang Gunung Ibul Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur mengaku belum mengetahui adanya kehadiran GRAB tersebut di kota nanas ini.

“Ah yang benar mas, paling tidak kami ini diberitahulah, kami ini ada yang baru kredit motor dan ada yang tanggungan anak istri

Ia pun berharap perusahaan pihak GRAB juga memikirkan nasib mereka jika memang akan beroperasi di kota Prabumulih. Selain itu, pihaknya mengancam akan melakukan aksi demo jika kehadiran GRAB tersebut jika nantinya akan beroperasi tanpa pemberitahuan oleh Pemkot Prabumulih kepada ojek-ojek yang ada di Prabumulih ini.

“Jika Grab tiba-tiba beroperasi tentu kami akan tersaingi dan penghasilan kami jelas terancam berkurang. Makanya kami tidak akan diam mas, tentu kami harus mencari langkah lain karena kami ojek sudah tua ini tidak bisa mengoperasikan handphone canggih untuk ikut grab dan secara otomatis pasti pensiun dari sopir ojek,” tegasnya.

Sementara itu, Ronald Sipahutar selaku VP Kebijakan Publik dan Pemerintah Grab Region Sumsel, mengatakan pihaknya menggelar sosialisasi grab terhadap calon-calon mitra grab di kota Prabumulih sebagai syarat GRAB akan segera beroperasi di Prabumulih. 

“Kami undang bukan mitra aktif atau driver aktif tapi calon mitra, karena kita baru sosialisasi. Prinsipnya kita datang ke wilayah soan ke pemerintah dan mengenalkan diri jika kita akan membuka usaha serta bermitra dengan pengusaha lokal, kita lakukan baru sosialisasi tahap mendengar, melihat kira-kira bagaimana sambutannya kalau ada fitback untuk grab untuk kami berbenah atau sosialisasi komunitas lain maka akan kami lakukan sosialiasi kedua, ketiga dan seterusnya,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan, jika kehadiran GRAB nantinya akan membantu secara teknologi dan mempermudah memesan angkutan, yang berbeda dengan tradisional harus menunggu, namun tentu akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan perusahaan transportasi di Prabumulih. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close