Cegah Radikalisme, BNPT dan FKPT Sumsel Lakukan Ini


Arie Perdana Putra 2018-07-05 16:58:35 Palembang 35 kali

Wagub Sumsel berikan sambutan

PALEMBANG, Kabar28.com,- Sebagai upaya pencegahan radikalisme, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berikan seminar pemahaman literasi digital, Kamis (4/7/2018).

Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki mengatakan, paham radikal dan terorisme sangat bahaya bagi bangsa dan negara serta harus diawasi. ''Pengawasan ini tidak cukup hanya dilakuan Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Tentara NasionaI Indonesia tapi tugas kita bersama,'' katanya.

Dikatakan Ishak, penyebarluasan paham terorisme dan radikalisme di tengah masyarakat masih terus terjadi, media sosial merupakan salah satu sarana yang mudah disusupi. Penyebarluasan paham radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia seringkali melalui sosial media dalam hal koordinasi yang dilakukan untuk merekrut anggota baru di sosial media sangatlah mudah dilakukan.

"Pemprov Sumsel bersama instansi terkait lainnya telah berupaya terus menerus untuk menciptakan Sumsel yang aman dan tentram, terutama dari bahaya radikalisme dan terorisme. Salah satunya dengan memberikan sosialisasi atau pengetahuan terkait pencegahan paham radikalisme dan terorisme kepada seluruh elemen masyarakat di Sumatra Selatan," katanya.

Dirinya berharap generasi muda di Provinsi Sumatera Selatan, untuk tidak percaya informasi yang kurang jelas kebenarannnya dan jangan menggunakan berita-berita terutama dari media sosial. "Semua harus dicek terlebih dahulu kebenarannya, apalagi menyangkut informasi atau berita yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Sumsel Feriansyah mengungkapkan, sekitar 55,6 persen mahasiswa di Sumsel berpotensi terbawa paham radikal. Hal ini diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan oleh FKPT di lima kabupaten/kota di Sumsel yaitu, Ogan Ilir, Prabumulih, Ogan Komering Ulu, Pagaralam dan Lubuk Linggau. 

"Analisa kajian FKPT terhadap survey menunjukkan pangkal radikalisme di kalangan mahasiswa tidak hanya faktor pengaruh lingkungan dan keluarga, namun juga tak lepas dari medi sosial yang menyajikan konten radikalisme," katanya.

Lanjutnya, pengaruh radikalisme juga bisa masuk dari kegiatan pertemuan organisasi, hal itu turut membentuk sikap radikal. "Oleh karenanya, kami terus sosialisasikan bagaimana semua pihak ikut berperan dalam pencegahan terorisme,” pungkasnya. (ant/ant)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close