Bertolak ke Lombok, JK dan Presiden Bank Dunia Tinjau Penanganan Stunting


Mutiara Safitri 2018-07-05 11:29:30 Nasional 71 kali

Jusuf Kalla (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertolak ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, hari ini, Kamis (5/7/2018). Di Pulau Seribu Masjid ini, JK bersama Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, akan meninjau beberapa program pencegahan stunting (kekerdilan anak) pada tingkat desa.

Selanjutnya, JK akan menghadiri forum pertemuan desa untuk pencegahan stunting di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Di tempat ini, JK akan menerima laporan Ketua Kelompok Kerja Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan, yang didampingi Program Leader for Human Development – World Bank Indonesia, Camilla Raad Holmemo, untuk progres penanganannya.

Setelah itu, JK beserta menteri Kabinet Kerja juga akan meninjau beberapa pos kesehatan desa, Posyandu hingga tempat kegiatan penerimaan manfaat keluarga harapan.

Diketahui, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menangani masalah anak kerdil (stunting), yang ditunjukkan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini.

Berdasarkan data, sekitar 37 persen atau kurang lebih 9 juta anak balita di Indonesia mengalami masalah stunting. Oleh karena itu, perlu penanganan secara cepat dan tepat.

"Ini membahayakan jangka panjang. Disamping berakibat pada bangsa secara keseluruhan, berakibat untuk ibu-ibu," kata JK saat menjadi pembicara pada Widyakarya Nasional, Pangan dan Gizi (WNPG) XI, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, 3 juli 2018.

Saat ini, kata JK, Indonesia merupakan salah satu negara dengan terindikasi stunting tinggi, dibandingkan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Indikasi stunting di Indonesia masuk dalam kelompok tinggi, bersama negara-negara Afrika dan Asia Selatan.

Oleh karena itu, ucap JK, situasi tersebut harus segera diatasi agar tidak berpengaruh pada pembangunan Indonesia, baik di bidang ekonomi, kemiskinan, serta ketimpangan.

Sumber : liputan6.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close