Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak "Sniper" Di Tengah Upacara Bendera


Lia Cikita 2018-07-03 19:13:02 Internasional 63 kali

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Manila, Kabar28.com, – Seorang wali kota Filipina tewas diterjang peluru saat menghadiri upacara bendera pada Senin. Dia diduga menjadi korban dalam perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Rodrigo Duterte.

Antonio Cando Halili terkena tembakan di dadanya saat dia dan pegawai pemerintah lainnya menyanyikan lagu kebangsaan di Kota Tanauan, Provinsi Batangas. Berdasarkan rekaman video penembakan yang viral di media sosial, suara tembakan terdengar saat lagu kebangsaan dimainkan, disusul dengan jeritan dan kepanikan.

"Kami terkejut, kami sedih," kata Wakil Wali Kota Jhoanna Vilamor yang berdiri di samping Halili sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (3/7/2018).

Penyelidikan polisi menunjukkan senapan berkekuatan tinggi digunakan dalam penembakan Senin itu.

Halili merupakan pendukung setia perang melawan narkoba yang dijalankan Presiden Rodrigo Duiterte. Dia dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan “walk of shame” yang mengarak dan memamerkan para pengedar obat terlarang mengelilingi Kota Tanauan.

Meski begitu, Halili juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai perang yang dilakukan Duterte yang dianggapnya telah menewaskan terlalu banyak orang. Dia meyakini, target utama perang itu seharusnya berfokus pada para bandar besar narkoba atau akan ada “ribuan orang yang terbunuh.

"Tidak ada yang aman – wali kota, gubernur, anggota kongres - hanya laporan intelijen palsu oleh polisi dapat berakhir dengan salah satu dari mereka dihancurkan," kata Halili.

"Saya punya firasat mereka (polisi) mengejar pengedar kecil untuk menakut-nakuti orang-orang," tambahnya.

Presiden Rodrigo Duterte mengatakan bahwa dia curiga pembunuhan Halili berkaitan dengan pengedar narkoba. Sementara juru bicaranya, Harry Roque mendeskripsikan wali kota itu sebagai “pendukung yang gigih dalam perlawanan terhadap obat-batan terlarang”.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close