Menteri Susi Luncurkan Kapal Bambu Pertama di Dunia Buatan ITS


Mutiara Safitri 2018-07-03 11:22:02 Nasional 68 kali

Susi Pudjiastuti (Foto : istimewa)

Surabaya, Kabar28.com,- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meluncurkan kapal berbahan dasar bambu laminasi pertama di dunia di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, Surabaya, kemarin.

Kapal ini hasil buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Menurut Susi, sejak dulu bambu memang sudah digunakan oleh orang-orang untuk mem buat segala keperluan mulai dari hunian hingga peralatan rumah.

Karena itu, dia meyakini bambu memiliki nilai ekonomis tinggi jika diinovasikan. Tugasnya saat ini, kata dia, memastikan kedaulatan laut dan membangun dunia perikanan di Indonesia, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. “Kapal ikan harus buatan Indonesia dan yang menangkap ikan juga harus dari Indonesia, tidak boleh tidak,” ujar Susi.

Dia berharap kapal bambu buatan ITS ini dapat diselesaikan menjadi produk dan segera dipergunakan para nelayan. “Inovasi ini tentu bagus. Sebuah pilihan di tengah mahalnya kapal berbahan baku kayu dari nelayan,” ungkapnya.

Inventor yang juga Ketua Tim Baito Deling Research Heri Supomo menjelaskan, kelangsungan industri kecil dan menengah (IKM) galangan kapal berbahan kayu menjadi tidak menentu akibat tingginya harga jual kayu di pasaran.

Hal ini disebabkan penebangan liar yang tidak diiringi reboisasi dan berimbas pada meroketnya harga kapal kayu di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, melalui penelitian yang berlangsung sejak tahun 2012, dia menghadirkan sebuah terobosan baru penggunaan material bambu pada kapal tangkap ikan Baito Deling 001. “Kapal ini mampu menekan biaya hingga 60%, menjadikan bambu sebagai material alternatif masa depan,” ujar dosen Teknik Perkapalan ITS itu.

Dia mengungkapkan, bambu memiliki banyak keunggulan, seperti potensinya melimpah, lebih murah, kekuatan tarik dan tekuk lebih besar dari kayu, dan masa panen 10 kali lebih cepat dibandingkan kayu. Penggunaan bambu petung dan bambu ori dipilih karena nilai kuat tarik dan tekuk sebesar 180 MPa dan 84 MPa serta renggangan mencapai 8,93% karena lebih baik daripada kayu jati.

“Semakin terkena air laut, bambu itu akan semakin kuat,” kata pria yang produknya kini dilirik investor wisata itu.

Rektor ITS Prof Joni Her mana mengatakan, peluncuran kapal yang sudah memiliki dua hak paten dan mendapat dukungan dari banyak institusi pemerintahan ini menjadikan optimisme di dunia maritim serta lirikan banyak pihak.

Salah satunya dari PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan beberapa pemerintah daerah di Indonesia. Bahkan, secara khusus Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzla di Rosman Djohan menyatakan ketertarikannya mengaplikasikan Baito Deling di Kepulauan Babel. Menurut Joni, hal ini menjadi sebagai bentuk komitmen ITS menjawab permasalahan masyarakat.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close