Polres Prabumulih Optimis Kasus Dugaan ‘Fee Proyek’ P21


Arie Perdana Putra 2018-07-02 17:44:05 Prabumulih 186 kali

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Perkembangan kasus dugaan penipuan dengan tersangka MR (inisial, red), mantan ajudan Wali Kota non aktif Ridho Yahya masih terus berjalan. Prosesnya, kini kasus yang dialami korban, Indra itu telah dilimpahkan polisi ke penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Eryadi Yuswanto mengatakan, perkembangan kasus perkara dugaan penipuan dengan tersangka MR tersebut saat ini masih dalam proses memenuhi atas kekurangan isi berkas kasus yang telah dilimpahkan ke pihak JPU Kejari Prabumulih lebih kurang satu minggu terakhir.

"Perkembang terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Marsudi, berkas sudah kita kirimkan ke rekan-rekan JPU. Dan akan tetapi ada petunjuk bahwa perkara tersebut P19 atau dinyatakan belum lengkap," terang AKP Eryadi dibincangi di Mapolres, Senin (2/7/2018).

Dikatakan Kasat Reskrim, untuk sementara waktu ini pihaknya masih melakukan upaya memenuhi kelengkapan berkas perkara tersebut. “Sehingga kita penyidik tetap akan memenuhi petunjuk JPU tersebut dan akan kita kembalikan lagi berkas perkaranya ke JPU,” kata dia.

Meski berkas perkara tersebut masih dinyatakan P19, namun kata Eryadi, pihaknya akan tetap optimis kasus yang merugikan korban Indra dengan nilai lebih kurang sebesar Rp157 juta itu akan terus berlanjut hingga pihak JPU pun selanjutnya dapat melanjutkan proses hukumnya ke ranah Pengadilan.

“Insya Allah, tentu kita yakinkan berkas akan P21 nantinya, tetap koordinasikan dengan rekan JPU dan apapun yang diperlukan oleh rekan JPU akan tetap kita penuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan dia, dalam upaya memenuhi kelengkapan kekurangan berkas perkara itu, pihaknya pun diberikan jangka waktu atau oleh pihak jaksa sampai batas waktu yang ditetukan JPU sekitar satu minggu lebih sebelumnya pengembalian berkas ke penyidik reskrim Mapolres Prabumulih.

“Ada jangka waktunya akan tapi kita juga melihat, apalagi kondisi sekarang kebetulan juga kota kita sedang melaksanakan pengamanan Pemilu. Akan tetapi waktu yang ditentukan oleh jaksa tidak akan lebih dari waktu yang ditetapkan oleh jaksa,” bebernya.

Pihaknya pun, lanjut Eryadi, masih memastikan kondisi sementara tersangka masih terpantau dan akan terus diawasi. Mengingat, status terlapor kasus tersebut MR sudah menjadi tersangka.

“Kalau untuk posisi terlapor sendiri sementara ada, statusnya penangguhaan karena dari hasil keterangan dari mereka (pihak terlapor, red) kondisi kesehatan tersangka sedang sakit berdasarkan keterangan dokter,” tutur Eryadi.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Prabumulih, M Falaki saat dikonfirmasi membenarkan perkembangan kasus tersangka tersebut sementara ini telah dikembalikan dan masih dalam proses pelengkapan kekurangan dalam berkas perkara.

"Untuk berkas kasus dugaan tersangka MR (inisial, red) itu masih P19, masih ada yang harus dilengkapi oleh penyidik Polres. Kita sudah kembalikan berkas itu sekitar satu mingguan tadi, untuk sementara masih proses kelengkapan berkas dulu,” imbuhnya.

Mantan Kasi Intel Kejari Baturaja inipin lebih lanjut menuturkan, jika dalam waktu dekat berkas perkara ‘Fee Proyek’ tersebut sudah terpenuhi penyidik Polres, maka pihaknya pun selanjutnya akan segera menaikkan berkas perkara MR itu ke ranah Pengadilan Negeri Prabumulih.

“Jelas kalau memang seluruh kelengkapan berkas sudah terpenuhi, tentu kita juga tidak akan menunda-nunda lagi kasus ini dan akan segera kita limpahkan ke persidangan,” tukasnya.

Sekedar mengingatkan, atas perkara tersebut lanjut Eryadi, MR dijerat Pasal 372 dan 378 KUH Pidana. “Dengan diancaman hukuman penjara 5 tahun ke atas,” sebutnya.

Eryadi pun membenarkan jika Polres Prabumulih telah menerima surat pengajuan penangguhan penahanan dari kuasa hukum tersangka. Namun menurutnya, hal tersebut akan terlebih dahulu dipelajari. Kuasa hukumnya mengajukan penangguhan, tapi akan dilihat dan dipelajari dulu.

"Pengajuan penangguhan (penahanan) memang dapat dilakukan siapa pun. Tapi tetap itu kewenangan penyidik, karena apakah sudah memenuhi unsur atau tidak seperti apakah memang tersangka tidak akan lari, tidak akan menyembunyikan barang bukti, dan tersangka sakit serta hal lainnya," tukasnya. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close