Kasusnya Lamban Ditangani, Korban Penipuan Ini Datangai Polres Prabumulih


Arie Perdana Putra 2018-07-02 17:38:32 Prabumulih 112 kali

Korban saat mempertanyakan kasusnya

PRABUMULIH, Kabar28.com,- Indra Gunawan korban penggelapan dan penipuan berdalih fee proyek pembangunan gedung serbaguna sebesar Rp140 juta, kembali datangi Mapolres Prbaumulih, Senin (2/7/2018).

Korban yang merupakan warga Kepodang, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih ini mempertanyakan perkembangan kasus penipuan tersebut. Korban menilai kasus itu hingga saat ini belum menemui titik terang dan terkesan lamban.

"Hingga saat ini kasus itu masih proses penyidikan oleh pihak Polres dan belum di SP21 kan, saya berharap kasus ini dapat segera di persidangkan agar menui titik terang,” katanya saat ditemui di Mapolres Prabumulih.

Indra juga membantah mengenai isu yang menyebutkan bahwa antara terlapor dan dirinya sudah melakukan perdamaian. 

"Memang sekitar satu bulan yang lalu, terlaporan dan istrinya pernah dating kerumah menawarkan perdamaian dan akan mengembalikan uang kerugian saya sebesar Rp 140 juta rupiah. Namun hal itu saya tolak, itu artinya tidak ada perdamaian antara saya dan terlapor," katanya.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi mengatakan, pihaknya telah menyerahkan atau melimpahkan berkas perkara tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), namun sejauh ini ada beberapa berkas yang belum lengkap atau P19.

"Oleh karena itu kami dari kepolisian masih melengkapi beberapa berkas yang dinilai belum lengkap tersebut,  dan selanjutnya akan kembali kita serahkan ke JPU,” katanya.

Eryadi juga menambahkan, untuk saat ini terlapor sendiri yaitu MRD statusnya ditangguhkkan dengan alasan kondisi kesehatan terlapor harus dilakukan perawatan. 

“Memang dari surat keterangan dokter, saat ini kondisi kesehatan tersangka perlu menjalani rawat jalan dan istirahat. Sehingga yag bersangkutan perlu dilakukan penangguhan penahanan,” kata Eryadi.

Meski demikian Eryadi optimis perkara tersebut segera di SP21 kan dan dapat menjalani proses persidangan. 

"Insya Allah kita optimis berkas perkara segera SP21 dan diterima oleh JPU sehingga dapat menjaani proses persidangan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Mantan ajudan pribadi Walikota Prabumulih non aktif berinisial MRD, ditahan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Prabumulih, pada Rabu (9/5/2018).

Hal itu terkait dugaan penggelapan dan penipuan berdalih fee proyek pembangunan gedung serbaguna sebesar Rp 140 juta pada 2017 terhadap Indra Gunawan yang merupakan warga Kepodang Kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih. (old)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close