Wali Kota Filipina yang Masuk Daftar Kasus Narkoba Ditembak Sniper


Lia Cikita 2018-07-02 16:58:41 Internasional 33 kali

Ilustrasi (Foto : istimewa)

Manila, Kabar28.com, - Seorang Wali Kota di Filipina yang masuk daftar pejabat yang diduga terkait narkotika tewas ditembak. Wali Kota ini tewas usai ditembak seorang sniper di siang bolong saat menghadiri seremoni kota di Tanauan, Manila bagian selatan. 

Seperti dilansir AFP, Senin (2/7/2018), Antonio Halili yang menjabat Wali Kota Tanauan ini terkena satu tembakan di bagian dada saat menghadiri upacara bendera di Balai Kota Tanauan pada Senin (2/7) waktu setempat. Tembakan tunggal itu diketahui dilepaskan dari jarak jauh.

Halili langsung tumbang usai terkena tembakan itu dan memicu kekacauan di lokasi. Video yang direkam di lokasi kejadian menunjukkan orang-orang berteriak dan petugas keamanan yang mengawal Halili sempat melepas tembakan. 

Pelaku yang menembak Halili berhasil melarikan diri. Halili sendiri dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit setempat.

Operasi melawan narkoba yang diluncurkan pemerintahan Duterte dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.200 tersangka kasus narkoba di Filipina. Namun kelompok-kelompok HAM menyebut jumlah yang sebenarnya mencapai tiga kali lipat lebih banyak. Mereka juga menuding polisi Filipina dan kelompok vigilante misterius melakukan operasi pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga terjerat kasus narkoba tanpa bukti jelas.
Kepala Kepolisian Kota Tanauan, Renato Mercado, menuturkan kepada AFP bahwa tembakan yang menewaskan Halili dilepaskan dari jarak sekitar 150 meter dari lokasi. "Jarak dari posisi itu sungguh luar biasa. Itu tidak bisa dilakukan oleh orang biasa. Keahlian pelaku bisa dibandingkan dengan seorang sniper terlatih," sebut Mercado. 

Halili yang kontroversial pernah menyamakan dirinya dengan Presiden Rodrigo Duterte, karena dirinya juga memegang posisi garis keras seperti Duterte dalam melawan tindak kriminal dan kejahatan narkoba. 

Tapi tahun 2017, nama Halili masuk dalam 'daftar narkotika' yang diajukan Duterte. Daftar itu berisi nama-nama pejabat Filipina yang diduga terkait kejahatan narkoba. Halili kehilangan kendali atas kepolisian di wilayahnya usai daftar itu dirilis, namun dia menyangkal terlibat kejahatan narkoba.

"Ini jelas kasus EJK (pembunuhan di luar hukum-red) lainnya yang disebabkan oleh perang melawan narkoba yang diluncurkan pemerintah," sebut pemimpin oposisi Senator Francis Pangilinan dalam pernyataannya.


Selain Halili, ada tiga Wali Kota lainnya yang masuk 'daftar narkotika' yang tewas ditembak. Salah satu dari mereka bahkan ditembak mati saat ditahan di sel penjara.

Dituturkan Mercado bahwa pembunuhan Halili ini bisa saja terkait tudingan kejahatan narkoba. Juru bicara Duterte, Harry Roque, mengecam pembunuhan Halili ini. Dia memuji Halili sebagai Wali Kota dari 'salah satu kota paling maju'.

Sumber : detikNews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close