Aburizal Bakrie Tak Penuhi Panggilan KPK, Beralasan Sedang di Luar Negeri


Lia Cikita 2018-07-02 16:49:18 Nasional 60 kali

Aburizal Bakrie.(Foto: istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Mantan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie absen alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Alasannya, Mantan Menko Bidang Perekonomian tersebut sedang berada di luar negeri.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah setelah pihaknya menerima surat ketidakhadiran dari Aburizal Bakrie. KPK pun akan menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap pria yang karib disapa Ical itu.

"Aburizal Bakrie sedang berada di LN (Luar Negeri)‎," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (2/7/2018).

Sedianya, Ical akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Ical dijadwalkan diperiksa untuk proses penyidikan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Selain Ical, ‎KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya yakni Menteri Hukum dan HAM, Yasona H Laoly, Anggota DPR Fraksi Demokrat, Mulyadi, dan Anggota DPR Fraksi PKS, Tamsil Linrung.

Yasonna telah hadir memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut, pada siang tadi. Sementara Mulyadi dan Tamsil Linrung ‎absen dengan alasan ‎sedang ada pekerjaan pada hari ini, dan meminta penjadwalan ulang.

"Mulyadi ada tugas lain hari ini‎. Sedangkan, saksi Tamsil Linrung melalui stafnya tadi datang dan membawa surat. Yang bersangkutan ada kunjungan kerja hari ini dan minta jadwal ulang," terang Febri.

Sejauh ini, KPK baru menjerat delapan orang dalam kasus korupsi e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Adapun, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam proses persidangan.

Sementara itu, Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Sumber : Okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close