Bertemu Mega, Risma Lapor Hasil Pilgub Jatim yang Bikin Kaget


Lia Cikita 2018-06-29 19:29:29 Nasional 36 kali

Wali kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga sebagai juru kampanye PDIP di Pilgub Jatim 2018,  bertemu dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Risma melaporkan indikasi dugaan kecurangan di Pilgub Jatim, khususnya di Surabaya.

"Kebetulan saya ngurus di Kemenkeu tadi pagi, siang ke Kementerian PUPR sekalian mampir ke Ibu (Mega), perkembangan pilgub di Jatim. Saya memang bukan yang pokok tapi saya ingin menyampaikan ke beliau apa-apa yang terjadi terutama di kota Surabaya," kata Risma di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2018).

"Jadi saya terus terang agak surprise dengan hasilnya karena itu kemudian saya mencoba melakukan penelitian di lapangan oleh para relawan saya. Memang ada sesuatu yang masif yang sudah semua saya laporkan ke Pak Sekjen (Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto) dan Ibu," ujarnya.
Risma mengaku tak menyangka dengan hasil Pilgub Jawa Timur. Dari hasil hitung cepat, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang mengalahkan jagoan PDIP, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

Temuannya itu, kata Risma, akan dijadikan bahan evaluasi partai untuk persiapan di pileg maupun Pilpres 2019. Temuan di Pilkada serentak 2018 kemarin akan diantisipasi pada kontestasi mendatang.

"Mungkin taruhlah kita tak bisa menyelesaikan di pilgub ini, tapi kita bisa antisipasi di pileg dan pilpres," katanya.

Risma menyampaikan hal tersebut saat jumpa pers dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Usai jumpa pers, Risma terburu-buru meninggalkan lokasi karena harus mengejar pesawat ke Surabaya.
Risma kemudian menuturkan ucapan Megawati yang selalu ditanyakan kepadanya. Megawati, kata Risma, sering menanyakan apa yang dilakukan pemimpin untuk rakyatnya usai menang pemilihan. 

"Ibu selalu berpesan pada saya 'Bu Risma kalau sudah menang apa yang akan dilakukan untuk rakyatnya, apa ya cuma menang?" kata Risma.

"Saya menyampaikan ke Ibu, kalau kemudian prosesnya saja tidak betul, di dalam proses kemenangan itu tidak betul, mengahalalkan seluruh segala cara itu kan juga nanti kedepannya kalau memimpin akan ada masalah," sambungnya.

Kemudian Risma menceritakan kepemimpinannya menjadi Wali Kota Surabaya. Risma mengatakan tak memiliki beban saat memimpin Surabaya, sebab tidak ada permainan money politics dalam proses kemenangannya saat bertarung di Pilwalkot 2015 lalu.

"Saya ndak punya beban saat saya memimpin karena saya tidak membayar money politics, saya tidak membayar upeti, saya buat kebijakan apapun ya memang itu berangkatnya dari kajian dan kebutuhan masyarakat yang memang harus selesaikan. Jadi saya terus terang tak punya beban itu, karena itu saya harus laporkan supaya kejadian yang saya dengar dan saya itu bisa diantisipasi kedepan," papar Risma.

Awak media sempat menanyakan kembali kepada Risma soal temuannya itu. 

"Money politics atau bagaimana bu?" tanya wartawan.

"Ya cerita macem-macem lah dari lapangan itu, bukan hanya money tapi juga, opo namanya...," Jawab Risma singkat sebelum masuk ke lift meninggalkan lokasi. 

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close