Pj Gubernur Sumut Diminta Dirikan Dapur Umum 24 Jam untuk Keluarga Korban KM Sinar Bangun


Mutiara Safitri 2018-06-29 15:08:10 Nasional 66 kali

Tjahjo Kumolo (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memerintahkan Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Eko Subowo, membuat dapur umum 24 jam untuk keluarga korban insiden kecelakaan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang karam di Danau Toba, Sumatera Utara.

Hingga kini keluarga korban insiden KM Sinar Bangun masih berada di sekitar Danau Toba sambil menunggu proses evakuasi yang dilakukan petugas. Ratusan orang dikabarkan hilang dalam insiden tersebut.

"Saya minta Penjabat Gubernur Sumut dan staf untuk terus memberikan dukungan moril, kalau perlu ada dapur umum 24 jam sehingga masyarakat yang menunggu sanak saudara yang hilang yang menunggu di pinggir danau, masalah kesehatan, masalah makan, sudah bisa terpenuhi kesemuanya," kata Tjahjo di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Sejurus dengan itu, Tjahjo juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden karamnya KM Sinar Bangun tersebut.

"Berikutnya atas nama Kemendagri menyampaikan duka cita yang terdalam dan ikut prihatin atas musibah tenggelamnya Kapal Sinar Bangun di Danau Toba yang hingga kini masih ada 100 lebih masyarakat yang belum bisa diketemukan dengan kapalnya," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Mendagri Tjahjo Kumolo memerintahkan Penjabat Gubernur (Pj) Sumatera Utara yang baru dilantik, Eko Subowo, untuk melihat penanganan tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, beberapa waktu lalu.

"Besok pagi, tugas utama Penjabat Gubernur datang ke Samosir (Danau Toba)," ucap Tjahjo saat melantik Eko Subowo di Medan sebagaimana rilis Puspen Kemendagri, Jumat 22 Juni 2018.

Diketahui, sudah menemukan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, yang tenggelam bersama ratusan penumpangnya di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018.

Bangkai KM Sinar Bangun ditemukan berikut sejumlah jasad penumpangnya pada Kamis, 28 Juni 2018 sore. Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, pihaknya saat ini masih mencari cara untuk mengangkat bangkai kapal yang berada di kedalaman 450 meter itu. Namun posisi bangkai kapal berada di dekat jurang yang memiliki kedalaman 600 meter.

"Biasanya jika target sudah ditemukan akan dilakukan evakuasi. Namun, lagi-lagi kedalaman Danau Toba menjadi persoalan. Kita harus pikir matang-matang soal keselamatan bagaimana kita bisa menolong objek ini bisa terangkat," ungkap Budiawan.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close