Kemensos santuni korban kapal tenggelam di Danau Toba


Lia Cikita 2018-06-28 21:17:50 Nasional 57 kali

Menteri Sosial Idrus Marham (ketiga kiri) bersama Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto (kanan) dan Bupati Simalungun JR Saragih (kedua kanan) saat meninjau lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (24/6/2018). Selaian meninjau lokasi, Mensos juga memberikan santunan ahli waris penumpang KM Sinar Bangun (Foto : istimewa)

Makassar, Kabar28.com,  - Kementerian Sosial, akan menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan memberikan santunan kepada seluruh korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin, 18 Juni 2018.

"Jumlah total 214 orang akan diberikan santunan. Untuk korban meninggal diberikan kepada ahli wari senilai Rp15 juta, sedangkan yang selamat akan diberikan Rp2,5 juta," tutur Menteri Sosial, Idrus Marham di Kampus Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Berdasarkan data yang ada, sebut dia, berjumlah 214 orang menumpangi kapal nahas tersebut, meski tidak semua mempunyai manifest, namun Kemensos tidak mempersoalkan hal itu, mengingat ini adalah bencana.

"Sesuai dengan perintah presiden kepada saya, negara harus hadir dan mutlak di setiap masalah rakyat, apalagi terjadi bencana. Saya sudah keliling daerah mulai Sulsel sebelum Lebaran korban kebakaran, di NTB bencana tambang emas, selanjutnya Jawa Tengah, hingga di Toba, Sumatera Barat," ujarnya.

Mengenai peristiwa kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara, kata dia, pihaknya tetap intens memantau perkembangan serta serius pada penanganan bencana baik pra hingga pasca kejadian.

"Saya sudah katakan, rakyat perlu dan penting dibantu, sebab itu sudah menjadi sebuah keharusan, kehadiran negara wajib pada korban, sebab pemerintah sebagai representatif negara, maka harus dibantu," tegas Idrus.

Mengenai dengan persoalan kondisi lapangan saat ini, kata dia, tim Kemensos terus memantau perkembangan sampai pada keperluan keluarga korban menunggu kabar dari tim penyelamat.

Berdasarkan perkembangan terbaru hasil sinkronisasi data sebanyak 21 orang selamat dan korban tewas tenggelam sudah ditemukan sebanyak tiga orang dan 164 lainnya masih hilang.

Tim penyelamat gabungan seperti Basarnas, TNI AL, AD dan AU serta kepolisian, BPBD, PMI dan relawan SAR terus melakukan pencarian korban hilang, mengingat masa pencarian akhirnya diperpanjang karena mendapat atensi dari pusat.

Sebelumnya, tim penyelamat akan menghentikan pencarian para korban apabila dalam 10 hari tidak menemukan korban-korban KM Sinar Bangun yang masih hilang sejak 18 Juni lalu.

Kapal nahas tenggelam sekitar pukul 17.15 WIB ketika berlayar dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tiga Ras di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara

Sumber : antaranews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close