Kalah di Quick Count, Alex dan Giri: Tunggu Hasil Resmi dari KPU


Arie Perdana Putra 2018-06-28 12:17:24 Palembang 98 kali

PALEMBANG, Kabar28.com,- Dari hasil hitungan cepat atau Quick Count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru-Mawardi Yahya mengungguli pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda, dengan selisih 3 persen.

Menyikapi hal itu Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumsel, H. Alex Noerdin mengatakan, selisih 3 persen tersebut karenakan adanya potensi margin error, saat melakukan hitungan cepat.

"Terakhir kalau tidak salah selisih 3 persen. Jika margin of error itu plus minus 2, sehingga kalau ada yang naik dua turun dua kurang 3 masih 1 selisihnya. kalau sama-sama dua, dua jadi 4 ditambah 3 ada selisih 7," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, daripada menebak-nebak siapa yang menang lebih baik sekarang menunggu hasil resmi dari KPUD Sumsel.

“Sekarang kita lihat real count saja dari KPUD yang resmi. Kalau untuk jadwalnya sendiri, saya belum tahu. Apalagi saat ini seperti di daerah perairan belum masuk semuanya," ujarnya.

Saat ditanya terkait hasil quick count, khususnya hasil suara Dodi-Giri di Kota Palembang yang kalah. Alex pun sempat terkejut dan tak mau banyak berkomentar. “Kaget juga, tapi aku tidak bisa jawabnya,” singkat Alex.

Sementara itu, calon Wakil Gubernur nomor urut  4, Giri Ramanda mengungkapkan dari hasil survei memang kurang unggul dengan selisih 3 persen dan disurvei Charta politika unggul tipis 0.2 persen.

"Kita kurang unggul 3 persen dihitung cepat dari pasangan nomor 1, tapi ini kan hanya hitungan sementara, maka dari itu masyarakat harus bersabar menunggu hasil dari perhitungan KPU," jelasnya.

Saat ditanyai apakah pihaknya menemui kecurangan, ia mengaku tim nya sudah menemukan hal itu dan langsung meminta kepada tim advokasi untuk segera menginventarisir kecurangan tersebut.

"Calon yang lain juga akan melaporkan kecurangan, maka kita akan segera meminta kepada tim advokasi untuk menginventarisir kecurangan itu, seperti saat masa tenang ada yang bagi alat kontak, maka akan kita laporkan ke Bawaslu dan Panwaslu," tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close