Kini, Sumsel Miliki Galeri Bukit Siguntang


Arie Perdana Putra 2018-06-27 01:42:52 Palembang 37 kali

Peresmian galeri bukit siguntang

PALEMBANG, Kabar28.com,- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, meresmikan Galeri Bukit Siguntang, Selasa (26/6/2018). Galeri tersebut akan memberikan kemudahan dan pengetahuan bagi wisatawan yang datang untuk mengetahui perkembangan dan sejarah Sumsel.

Isi Galeri Bukit Siguntang bisa disebut multikomponen side, karena terdapat peninggalan masa Sriwijaya yang ditemukan berupa struktur batu bata, arca padat dan arca Sakyamuni. Termasuk prasasti Bukit Siguntang serta keramik-keramik, yang menjadi bukti adanya peribadatan, karena terdapat guci-guci yang biasa dipakai para bhiksu dan temuan keramik masa kesultanan.

Alex Noerdin mengatakan, Bukit Siguntang adalah salah satu destinasi wisata, walaupun masih banyak hal yang mesti dibenahi tetapi gagasan itu bagus. Dahulu tempat itu menjadi pusat agama Budha, dan pada zaman kesultanan Palembang Darussalam merupakan tempat berkumpulnya para adipati.

"Bukit Siguntang merupakan situs wisata sejarah dan bentang alam tertinggi di Kota Palembang, dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan untuk menarik wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara," katanya.

Menurutnya, penataan Bukit Siguntang harus terus berlanjut agar senantiasa menarik, aman dan nyaman bagi wisatawan seperti pusat informasi, galeri, kedai-kedai Kopi dan sebagainya yang bertujuan menampilkan sisi lain dari Bukit Siguntang sebagai destinasi wisata sejarah.

"Peresmian Galeri ini adalah langkah lompatan yang besar, namun harus diiringi juga dengan SDM yang profesional. Ini aset yang luar biasa seluas 16 Hektar di titik paling tinggi Kota Palembang. Dinamakan Bukit Siguntang karena artinya mengapung, terlihat dari jauh seperti mengapung. Ini benar-benar kawasan yang luar biasa. Dapun Tahian dulu membuat pemukiman di kaki bukit ini, yang akhirnya menjadi kerajaan maritim terbesar saat itu," ujar Alex.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn mengatakan, dalam Galeri Bukit Siguntang terdapat informasi bagi masyarakat bahwa Bukit Siguntang memiliki arti penting bagi sejarah melayu sebagai tempat turunnya raja-raja melayu.

"Galeri ini memicu kita semua untuk menghargai dan memelihara budaya masa lampau sebagai bekal budaya masa depan. Bagaimana kita menyongsong budaya masa depan haruslah berawal dari budaya masa lampau," ujarnya.

Lanjutnya, salah satu destinasi tempat wisata yang ada di Kota Palembang yakni Bukit Siguntang diharapkan mengusung tema kontemplasi, hal tersebut dilakukan Pemrov Sumsel agar para pengunjung lebih dapat meresapi suasana, dimana memang Bukit Siguntang juga merupakan tempat persembahyangan sejak dahulu kala.

"Bukit Siguntang ini termasuk situs yang sudah dibuat kajian Dilineasi dan kajian zonasinya, sehingga sudah dibagi menjadi zona inti, zona pendukung dan pengembang. Di zona pengembang inilah yang bisa dilakukan pembangunan sehingga yang lain tidak banyak yang kita ubah," ucap Irene.

Dilanjutkannya, berbagai temuan dari Bukit Siguntang ini sendiri memang sudah banyak yang dibawa ke balai penelitian yang nantinya akan dibawa lagi ke galery.

"Bukit Siguntang ini masih tetap menjadi situs yang diekskavasi oleh arkeolog, sehingga ada tanah-tanah yang tidak kita sentuh akan  tetap seperti itu, begitupun juga struktur-struktur bangunan yang telah dijumpai diekskavasi lama akan senantiasa seperti itu, meski ke depan tetap akan kita perbaiki, sehingga masyarakat mengetahui bagaimana pola dan proses serta hasil dari ekskavasi atau pembuktikan hipotesis sebagaimana disebut sumber-sumber sejarah," beber Irene. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close