Dihadapan Civitas Akademika Unair, Kapolri Beri Kuliah Umum tentang Kebhinekaan


2016-12-30 14:30:46 Pendidikan 259 kali

Kapolri Jenderal Polisi Drs M Tito Karnavian, M.A, Ph.D (Foto : Istimewa)

Jakarta, Kabar28.com – Kapolri Jenderal Polisi Drs M Tito Karnavian, M.A, Ph.D. memberikan kuliah umum mengenai kebhinekaan di hadapan civitas akademika Universitas Airlangga (Unair). Topik ini dipilih menyusul isu mengenai kebhinekaan yang sedang menjadi bahasan seluruh elemen masyarakat.

Tito menjelaskan, kebhinekaan merupakan bagian yang tidak bisa terlepas dari bangsa Indonesia. Ia melanjutkan, berbagai insiden yang baru saja terjadi merupakan sebuah keniscayaan dari kehidupan bangsa yang majemuk.

"Keberagaman di negara kita ini adalah takdir. Tidak banyak negara di dunia ini yang seperti kita. Keberagaman inilah yang menjadi fondasi terbentuknya negara kita sehingga bangsa Indonesia bisa bersatu," ujar Tito, mengutip dari laman resmi Unair, Jumat (30/12).

Pria yang meraih doktor dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura itu menyebut ada dua potensi yang bisa didapat dalam kebhinekaan. Pertama, untuk kemajuan Indonesia; kedua, potensi memecah belah yang harus dihindari bersama.

Selain kebhinekaan, pada kesempatan itu Tito juga membahas mengenai demokrasi di negara majemuk. Baginya, sistem demokrasi yang terlalu bebas bisa berdampak negatif, misalnya primordialisme dan kebebasan yang kebablasan.

"Hari ini kebebasan yang kebablasan sudah merambah pada banyak hal, media misalnya," tutur Tito.

Pada akhir sesi, Kapolri mengungkapkan Indonesia membutuhkan pemimpin yang kuat, bersih dari korupsi, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang mampu merangkul semua kelompok serta bisa menyatukan keberagaman. Ia juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk selalu menjaga kebinekaan melalui empat pilar Pancasila.

"Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga stabilitas nasional dan meminimalisasi konflik agar pembangunan terus bisa berlanjut. Jaga terus kebinekaan dan sosialisasikan empat pilar Pancasila, Bhineka, NKRI, dan undang-undang," tutupnya.

Sumber : Okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close