Satgas Karhutbunla Lakukan Patroli Udara


Arie Perdana Putra 2018-06-26 20:14:53 Palembang 65 kali

Satgas Karhutbunla

PALEMBANG, Kabar28.com,- Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), salah satunya seperti yang dilakukan oleh Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel melakukan patroli udara menggunakan helikopter di daerah rawan terjadi kebakaran yang dianggap sangat efektif dalam memantau terjadinya kebakaran, Selasa (26/06/2018).

Dalam patroli tersebut, terlihat dalam rombongan patroli Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Iman Budiman selaku Dansatgas Darat yang diwakili oleh Kasrem 044/Gapo Letkol Inf Mohammad Sjahroni, Danlanud SMH Palembang Kolonel PNB Heri Sutrisno, selaku Dansatgas Udara dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Iriansyah, dengan menggunakan helikopter tipe Airbus AS355 PK-RTM yang dipiloti oleh Capt. Amin Fahas.

Patroli udara ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan, kebun, dan lahan, menjelang berlangsungnya Asian Games XVIII 2018 di Kota Palembang, dengan mengambil rute di wilayah rawan kebakaran seperti daerah Rantobayur Banyuasin, Arismusitimur Muara Enim, Abab Muara Enim, Kayuara Batu Muaraeim, Kabal OI, Parit OI, Indralaya Utara OI, Palem Raya OI, Talang Pangeran OI, Pulo Betung OKI, Lampam OKI, Secondong OKI, dan Jakabaring Palembang. Dari hasil pantauan melalu patroli udara ini tidak terlihat titik api yang terjadi di wilayah Sumsel.

“Kendati curah hujan saat ini masih tergolong tinggi, tapi kesiapsiagaan tetap perIu ditingkatkan untuk menjadi prioritas utama bagi wilayah Sumsel. Mengingat Palembang akan menjadi sorotan dunia ketika ribuan tamu mancanegara berdatangan dalam rangka perhelatan Asian Games XVIII 2018 yang tinggal beberapa hari lagi berlangsung,” ungkap Letkol Inf Sjahroni.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel Iriansyah mengatakan, bahwa kegiatan patroli udara ini rutin dilakukan guna memantau kebakaran secara langsung meskipun BNPB juga menggunakan data dari LAPAN untuk memantau titik panas. “Terkadang dari satelit tidak terpantau tapi dilapangan ada, jadi perlu pemantauan langsung melalui helikopter,” jelas Iriansyah. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close