Wiranto Siap Bertemu SBY Bahas Tudingan TNI-Polri Tak Netral di Pilkada


Lia Cikita 2018-06-25 16:31:47 Nasional 38 kali

Menko Polhukam, Wiranto (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,  - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjawab tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut Badan Intelijen Negara (BIN), TNI dan Polri tidak netral dalam Pilkada Serentak 2018.

Menurut Wiranto, pihaknya mencermati pernyataan para tokoh politik, termasuk SBY yang mempermasalahkan dugaan keberpihakan aparatur keamanan dan pertahana dalam pesta demokrasi. Ia membantah tudingan Presiden ke-6 RI itu.

"Kita memang mendengarkan, melihat, membaca pernyataan dari para tokoh soal masalah di Jabar. berulang kali kita sampaikan tidak ada satu niat untuk mempengaruhi, merekayasa," katanya saat rapat koordinasi pengamanan Pilkada 2018 di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu berujar, Mendagri, Menkumham, Kapolri sudah mempelajari dengan cermat aspek hukum pengangkatan Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

"Sehingga muncul satu keputusan untuk menempatkan perwira kepolisian sebagai Pj di Jabar. Alasannya agar pelaksanaan Pilkada di sana aman. Tentu dengan kajian menyeluruh. Aparat Polri paham masalah itu, bukan untuk memenangkan paslon. Kecurigaan itu tidak ada," terang Wiranto.

Menteri dari Partai Hanura itu pun mengatakan siap bertemu dengan para punggawa partai politik, termasuk SBY, yang mencurigai aparatur keamanan dan pertahanan tidak netral dalam Pilkada, khususnya mengenai pengangkatan Penjabat Gubernur Jabar.

"Tentu para tokoh yang sekarang masih mencurigai bahwa masih ada rekayasa politik, boleh ketemu saya, berbincang yang baik, dengan pandangan yang sehat bahwa tidak ada sedikitpun keinginan pemerintah untuk melakukan rekyasa, tipu daya untuk mendapatkan keuntungan politik," tegas Wiranto.

SBY dalam pernyataannya menyebut BIN, TNI dan Polri tidak bersikap netral dalam Pilkada 2018. Mantan Presiden RI itu memberi contoh adanya dugaan kesewenang-wenangan aparat kepada paslon yang diusung Partai Demokrat di sejumlah daerah. Sebut saja di daerah DKI Jakarta, Papua, Kalimantan Timur, Riau, Maluku, Jawa Timur dan terakhir Jawa Barat.

Khusus untuk Pilgub Jabar, SBY menuding Komjen Pol M iriawan menggeledah rumah dinas calon yang diusungnya, Deddy Mizwar. Belakangan, tudingan SBY telah dibantah Pemprov Jabar.

Sumber : okezone.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close