Polisi Bawa Sampel Mi Instan Kedaluwarsa ke Laboratorium


Lia Cikita 2018-06-22 19:54:17 Nasional 60 kali

Bahan baku mi kedaluwarsa (Foto: istimewa)

Mojokerto, Kabar28.com, - Susanto (38) memproduksi puluhan ton mi instan berbahan mi instan kedaluwarsa tiap bulannya. Produk mi instan ini tentu saja berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan mengkonsumsi mi instan buatan Susanto di Desa Kembangsri, Ngoro, sama halnya dengan mengkonsumsi makanan beracun.

Pasalnya, mi yang diberi label super mie instan cap Bunga Trompet ini dibuat dari mi instan yang sudah kedaluwarsa. Mi instan palsu dengan merk serupa berupa mie utuh dan remahan.

UD Barokah di Desa Kembangsri, Ngoro digerebek polisi lantaran membuat mi instan berbahan mi kadaluwarsa. Bahan yang digunakan mi instan berbagai merk yang sudah kedaluwarsa.
"Bahan bakunya mi instan yang sudah kedaluwarsa. Artinya, tak layak konsumsi, sangat berbahaya bagi kesehatan, bisa menyebabkan kematian," kata Leonardus di lokasi produksi mi instan palsu, Jumat (22/6/2018).

Untuk memastikan racun apa saja yang terkandung di dalam mi instan buatan Susanto, kata Leonardus, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium. Sampel produk mi instan siap jual dan bahan baku akan diteliti di laboratorium.

"Untuk kandungannya racun apa saja, masih kami lab-kan," terangnya.


Setiap bulannya, tersangka Susanto menghasilkan 20-30 ton mi instan. Produk tersebut dia edarkan ke pasar-pasar tradisional di Mojokerto. Keuntungan yang didapatkan pria asal Desa Watesnegoro, Ngoro ini mencapai Rp 30 juta/bulan.

Kini Susanto menjadi tersangka dalam kasus tersebut. Sementara 4 karyawan yang bekerja kepada dirinya, sebatas sebagai saksi. Polisi juga memburu para pemasok bahan baku mi kedaluwarsa kepada tersangka. 

Sumber : detiknews.com

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close