Polda Sumsel Ungkap Penipuan Umroh PT Hasanah Barokah


Arie Perdana Putra 2018-06-21 23:48:30 Hukum 90 kali

Press release di Polda Sumsel

PALEMBANG, Kabar28.com,- Unit I Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel, berhasil meringkus Faorita (47) pelaku penipuan berkedok keberangkatan Umroh dan Haji yang melibatkan Biro PT Hasanah Barokah Sriwijaya.

Berdasarkan informasi yang didapat, Faorita (47) merupakan Direktur PT Hasanah Barokah Sriwijaya dan telah merugikan 600 Jama'ah, yang hendak berangkat Umroh pada periode Mei dan Juni 2018, dirinya ditangkap di rumah kontrakannya di Kelurahan Cipasung, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa barat, Rabu (20/6/2018).

Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suyatna mengatakan, modus yang digunakan pelaku yaitu menawarkan paket umroh dan tour selama 14 hari dengan harga murah, pada periode Mei dan Agustus 2018 hingga 2019 mendatang.

"Kami sudah menyita semua kekayaan yang dimiliki Pelaku dengan sejumlah barang bukti lainnya," ujarnya.

Lanjut Budi, penangkapan tersebut dipimpin AKP Kemas Abdul Aziz dan menemukan barang bukti yang telah diamankan diantaranya, 1 buah bundle kwitansi Umroh Mei 2018, 6 buah buku tabungan, 2 buah buku catatan keuangan bulan April dan Mei 2018.

"Tak hanya itu, Petugas Juga berhasil mengamankan sejumlah aset kekayaan yang dimiliki pelaku berupa Ruko 10 pintu, tatusan lembar mata uang dari berbagai negara, 4 buah ATM milik tersangka, 5 unit Hp, 2 buah kartu NPMP, dan 1 unit Mobil," ujarnya.

Ditambahkan Budi, dirinya juga menghimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan harga murah yang ditawarkan oleh Biro perjalanan Umroh, pastikan harga yang ditawarkan sesuai dengan aturan berlaku dan ketetapan yang sudah diatur oleh Kementerian Agama.

"Masyarakat pula hendaknya mengetahui daftar perusahaan dan Biro perjalanan Haji dan Umroh yang direkomendasikan Kementerian Agama. Atas kejadian tersebut, saat ini jumlah kerugian para korban yang ditaksir sebesar Rp 20 Milyar Rupiah dan Pelaku dijerat pasal berlapis yaitu, Pasal 3 dan 4 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang dan Pasal 378 KUHP dengan pidana 20 tahun penjara," tutupnya. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close