Setelah LSI, Puskaptis Unggulkan Dodi-Giri


Arie Perdana Putra 2018-06-21 23:38:23 Palembang 81 kali

Puskaptis saat merilis hasil survey

PALEMBANG, Kabar28.com,- Direktur Eksekutif Lembaga Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid merilis hasil survei Pemilihan Gubernur Sumsel 2018, Kamis (21/6).

Dalam hasil survei tersebut Paslon nomor urut 4 Dodi-Giri unggul dibandingkan tiga Paslon lainnya.

Direktur Puskaptis Husin Yazid menjelaskan, berdasarkan tren elektabilitas Dodi-Giri paling berpeluang memenangkan Pilgub Sumsel saat ini jika pemilihan dilakukan pada hari ini juga.

"Berdasarkan Survei yang dilakukan pada 6-12 Juni 2018, elektabilitas Dodi-Giri mencapai 36,25%, HDMY 30,06%, Ishak-Yudha 15,25% dan Aswari-Irwansyah 5,20%. Sedangkan yang belum tentukan pilihan sekitar 13,24%," jelas dia.

Sementara, Pengamat Politik, Joko Siswanto menilai sangat logis jika elektoral semua kandidat mengalami kenaikan karena hari H semakin dekat.

“Dengan tren tersebut pasangan Dodi-Giri paling berpeluang memenangkan Pilgub Sumsel,“ katanya.

Kalau untuk posisi keterkenalan para Cagub di Pilgub Sumsel 2018. Untuk Paslongub nomor urut 1 Herman Deru dan Mawardi Yahya 97.37%, Paslongub nomot urut 2 Saifudin Aswari Rivai dan Irwansyah 88.43%, Paslongub nomot urut 3 Ishak Mekki dan Yudha Pratomo 98.60%, Paslongub nomot urut 4 Dodi R Alex dan Giri R N Kiemas 97.25%.

"Dalam survei ini melihat dari tingkat keterkenalan kesukaan, keterpilihan. Keterkenalan Pak Ishak cukup tinggi. Tetapi untuk keterpilihannya rendah. Jadi nggak ada korelasi. Nah kalau kesukaan. Orang memilih biasanya suka. Dalam teori perilaku pemilih tergantung identik dengan pilihan partai, kandidat, isu. Kalau sudah suka, jatuh cita susah untuk disuruh pilih yang lain," ujarnya.

Rektor Universitas Taman Siswa Palembang ini juga melihat pasangan Dodi-Giri didukung Partai besar di parlemen Golkar dan PDIP. Pilihan partai, dukungannya banyak, korelasinya bakal banyak pula yang milih.

Ia juga melihat saat ini baru saja usai lebaran banyak juga masyarakat habis uang kebutuhan. Potensi money politic juga ada peluang. Libur panjang juga mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. Orang ada yang belum balik mudik. 

"Ini sekarang tinggal 6 hari lagi. Tinggal memaksimalkan para kandidat. Termasuk Debat Kandidat sebagai sarana bagi yang ragu-ragu, tapi itu masih kecil. Termasuk swing voter. Perilaku pemilih bisa bervariasi. 13,24 persen masih mengambang. Melihat isu yang berkembang, trend sikap dan perilaku.Kalau trendnya begitu, nomor 4 akan leading," jelasnya.

Menurut Joko, pengaruh Debat Publik itu sebetulnya akumulasi puncak masyarakat untuk mengetahui penampilan, olah omong, leadership, emosi. Bagaimana menanggapi pertanyaan panelis, masyarakat. 

"Itu cerminan emosi, kecerdasan, intelektual. Kalau di depan publik bisa mengelolah kecerdesan dan emosional maka akan mendapat simpatik masyarakat," terang Joko.

Senada, pengamat politik, Ade Indra Chaniago menilai memang ada peluang masing-masing kandidat dari hari ini. Karena malam ini ada Debat. 

"Karena pengalaman sebelumnya cukup mempengaruhi perolehan nilai tambah. Saya meyakini angka ini akan terus naik. Swing voter dari 17,24 persen menjadi 13,24 persen," ujar Ade. (ard)

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close