Tarif Tol JORR Sekali Bayar Rp15.000, Menko Darmin: Ada Untung dan Rugi


Mutiara Safitri 2018-06-21 12:43:42 Ekonomi 44 kali

Darmin Nasution (Foto : istimewa)

Jakarta, Kabar28.com,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menunda penerapan tarif terintegrasi jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pasalnya, tarif baru yang dikenakan dinilai perlu sosialisasi yang lebih kepada masyarakat.

Seperti diketahui, nantinya penggunaan tol ini hanya perlu membayar satu kali untuk jarak tempuh baik jauh maupun dekat. Integrasi tarif ini membuat kendaraan golongan 1 dikenai tarif Rp15.000 dari saat ini Rp9.500. Kemudian golongan 2 menjadi Rp22.500 dari saat ini sebesar Rp11.500.

Untuk golongan 3 dikenakan Rp22.500 dari saat ini yang sebesar Rp15.500. Sedangkan golongan 4 menjadi Rp30.000 yang saat ini Rp19.000 dan golongan 5 menjadi Rp30.000 dari saat ini Rp23.000.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, kenaikan tarif tol JORR adalah hal yang wajar menuai pro kontra. Pasalnya untuk jarak pendek, tarif ini memang terasa cukup mahal, namun untuk jarak jauh ini menguntungkan.

"Ya, enggak masalah lah memang sudah pasti akan ada yang keberatan. Karena orang mungkin 'Aku enggak mau pakai semuanya (jalan tol). Aku pakai dikit aja, bayarnya nanti jadi lebih mahal.' Itu normal. Tetapi bagi mereka yang pakainya panjang dia akan senang," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Oleh sebab itu, menurutnya kebijakan tarif baru ini pasti akan menghasilkan untung dan rugi dari masing pengguna jalan tol. "Jadi ada yang untung dan ada yang rugi," imbuhnya.

Sebelumnya, pengguna ruas tol JORR melakukan 2-3 kali transaksi untuk perjalanan lintas-seksi/ruas, mengingat tol JORR dikelola oleh operator seperti Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berbeda-beda, sehingga masing-masing ruas tol memiliki gerbang pembayaran.

Dengan adanya integrasi sistem transaksi, maka lima gerbang tol akan dihilangkan yaitu GT Meruya Utama, GT Meruya Utama 1, GT Semper Utama, GT Rorotan, dan GT Pondok Ranji sayap arah Bintaro sehingga kemacetan di tengah ruas tol diharapkan akan berkurang. Transaksi hanya akan dilakukan satu kali pada gerbang tol masuk (on-ramp payment).

Kemudian, integrasi sistem akan menurunkan tarif tol JORR untuk kendaraan angkutan logistik golongan II, III, IV dan V sehingga dapat mendukung pembentukan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif.

Melalui penyederhanaan sistem transaksi, akan berlaku sistem terbuka dengan pemberlakuan tarif tunggal, di mana pengguna tol sesuai golongan kendaraannya akan membayar besaran tarif tol yang sama, tanpa memperhitungkan jauh dekatnya jarak tempuh.

Tarif baru akan berlaku untuk empat ruas dan Sembilan seksi tol JORR dengan panjang keseluruhan 76,43 km yang terdiri dari: Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.

Sumber : okezone.com 

Bagikan Berita/Artikel ini :

Berita Terkait


Berita Terbaru


close